Kasus Irawady Pelajaran Agar Pejabat Tak Main-main Uang
Kamis, 27 Sep 2007 12:22 WIB
Jakarta - Kasus Irawady menambah deret daftar para komisioner yang terjebak kasus suap menyuap. Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua komponen bangsa terutama eksekutif, legislatif dan yudikatif agar tidak main-main dengan uang."Ini surprised. Tapi ini pelajaran supaya jangan main-main dengan uang. Karena kalau lengah bukan tidak mungkin menimpa yang lain," ujar Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9/2007).Menurut Agung, kasus ini menjadi pelajaran untuk dilakukan perombakan uji kelayakan dengan memasukkan penguatan janji untuk tidak tergiur dengan uang."Ini kan sudah melalui uji kelayakan di dewan. Mungkin tidak menjangkau hal-hal seperti itu," katanya.Agung mengatakan, kasus ini merupakan tamparan keras bagi KY, lembaga yang bertugas mengawasi perilaku para hakim. "Kasus ini akan menambah kekecewaan masyarakat yang berharap pada KY," tandasnya.Namun menurut Agung, walaupun selama ini fit and proper test terhadap komisoner dilakukan oleh DPR tapi bukan sepenuhnya kesalahan DPR. Karena tugas DPR hanya menerima nama-nama yang telah diajukan oleh pemerintah. DPR hanya meranking nama-nama tersebut dari hasil fit and proper test. Materi yang digunakan dalam fit and proper test pun tidak berubah."Semua ini sumbernya bukan dari DPR. Karena itu yang dikirim ke DPR harus sudah diseleksi dengan baik," kata Agung.
(ziz/nrl)











































