Bak Ditampar, KY Harus Segera Putuskan Nasib Irawady
Kamis, 27 Sep 2007 11:12 WIB
Jakarta - Tertangkapnya anggota Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes membuat kaget beberapa anggota DPR. KY harus mengusut secara internal, apakah yang dilakukan Irawady bagian dari manuver pribadi atau melibatkan jaringan lain.Pengusutan ini penting karena selama ini KY cukup keras menyuarakan anti suap di kalangan hakim. "Ini gila, sekaligus sangat memalukan. KY sebagai institusi yang diharapkan mampu menjaga dan menegakkan kehormatan dan martabat hakim, jadi seperti ini. Ini menampar muka KY," kata anggota Komisi III DPR Yasona H Laoli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Kamis (27/9/2007).Doktor hukum lulusan Havard, AS ini meminta kepada komisi etik KY segera menggelar rapat untuk memutuskan nasib Irawady. Karena meski berpegangan pada asas praduga tidak beralah, Irawady tidak layak lagi menduduki jabatan publik tersebut."Kita tetap harus mengedepankan praduga tidak bersalah. Tapi kalau kasusnya begini, secara etika minimal harus nonaktif. Kalau diambil tindakan lebih cepat akan lebih baik," kata Yasona.Sementara anggota Komisi III dari FPKS Almuzzamil Yusuf menilai penangkapan Irawady bagai petir di siang bolong, karena selama ini reputasi KY cukup baik dan diharapkan bisa memberantas mafia pengadilan. Tetapi sekarang masyarakat justru disuguhi tontonan yang memalukan."Sinisme publik pada moral para pejabat negara akan sangat menguat dengan kasus ini," katanya. Agar kasus ini tidak terulang lagi di masa depan, pemerintah harus lebih profesional dalam menyeleksi calon pejabat negara.
(umi/sss)











































