Sartono Mukadis: Pelaku Sudah Pasti Psikopat

Pembantaian di Garut

Sartono Mukadis: Pelaku Sudah Pasti Psikopat

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 10:38 WIB
Jakarta - Iin Sutisna (17) dengan sangat kejam membantai Elis Sunarti (28) yang tengah mengandung 5 bulan. Tidak hanya Elis, kedua anaknya juga dihabisi. Iin dipastikan menderita psikopat."Itu sudah hampir pasti psikopat. Cirinya sudah terlihat," ujar psikolog Sartono Mukadis kepada detikcom, Kamis (27/9/2007).Ciri itu antara lain, kata Sartono, pemilihan alasan untuk menghabisi ibu dan anak itu yang sangat sederhana. Karena dibilang jelek. "Kan biasa orang ngomong seperti bilangin ke kita, muka kamu jerawatan diobati dong. Itu biasa," kata Sartono.Ciri lainnya, Iin memilih korbannya secara sadar dan dia tidak merasa berdosa setelah membantai tetangganya itu. "Saat itu dia sadar sepenuhnya, dia bukan orang gila," kata Sartono.Hal lain yang menunjukkan Iin tidak punya perasaan adalah tindakannya yang memperkosa Elis saat Elis dalam kondisi sekarat dan bersimbah darah."Itu ada istilahnya, namanya dekorium. Sudah nggak lihat bagus atau buruknya lagi. Dia nggak ada rasa jijik dan salah lagi saat itu," ujarnya.Situs Wikipedia menyebutkan, secara harfiah psikopat berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis). Seorang psikopat sadar sepenuhnya dengan perbuatannya.Menurut Robert Hare, yang telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat.Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier. Psikopat yang karismatik dan well educated inilah yang paling sulit dideteksi.Psikopat sejati menghancurkan semangat, karier, dan reputasi seseorang, yang menyebabkan korbannya sering merasa bersalah terhadap dirinya sendiri dan sebaliknya malah mengasihani psikopat. Lantas, korban psikopat menjadi mudah tersinggung, depresi kroni, sampai nervous breakdown. (umi/asy)


Berita Terkait