Briptu Heriyansah Rampok Money Changer Kenakan Baju Koko
Kamis, 27 Sep 2007 07:18 WIB
Palembang - Briptu Heriyansah tewas setelah menembak kepalanya sendiri seusai merampok money changer Jl. Mayor Salim Batubara, Palembang, Rabu (26/09/2007) sore kemarin. Poltabes Palembang masih menyelidiki motif tindakan Heriyansah. Yang menarik, saat merampok, anggota polisi mengenakan baju koko. Entah apa maksud Heriyansah mengenakan baju muslim itu saat merampok. Saat ditemukan bersimbah darah setelah menembakkan pistolnya ke kepalanya, jenazah Heriyansah terlihat terbalut baju koko warna biru muda dipadu celana jeans coklat muda. Heriyansah juga mengenakan helm dan masker. Dengan mengenakan baju koko, awalnya kasir money changer tidak menaruh curiga. Heriyansah yang membawa sebuah ransel berwarna hitam di punggungnya langsung menuju ke meja kasir yang saat itu dijaga Sutriani. Kasir juga sempat menanyakan kepada Heriyansah jumlah uang yang akan ditukarkan. "Dia itu merampok dengan menodongkan senjata ke arah Satpam kantor kami bernama Ariyanto dan kasir kami yang bernama Sutriani. Setelah itu dia merampas uang ratusan ribu di atas meja direktur, senilai Rp 80 Juta," ujar Yohanes Hendri Kusuma salah seorang kasir di money changer tersebut. "Kami berdua langsung diperintahkan dia untuk masuk ke ruang kasir, di sana ada pak Doni Pisiantoro (Direktur Money Changer), serta Yohanes. Melihat banyak uang pecahan seratus ribu di atas meja direktur, ia (pelaku) langsung meraup uang tersebut ke dalam tas ransel yang dibawanya," terang Sutriani.Setelah berhasil merampas uang tersebut, lanjut dia, pelaku langsung mencoba melarikan diri. Namun Doni Pisiantoro sempat melemparkan vas bunga ke arah pelaku. Merasa mendapat perlawanan, lanjut Sutriani, pelaku sempat melepaskan tembakan yang mengenai bahu kiri Yohanes. Yohanes terpaksa dirawat di RS Charitas Palembang. Hingga Kamis (27/9/2007), Yohanes masih dirawat intensif. Sementara itu, salah seorang kasir lain Ratna yang luput dari ancaman todongan senpi pelaku, berhasil berlari keluar kantor money changer tersebut dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Menurut dia, saat akan berlari menuju ke arah sepeda motor Yamaha Jupiter MX BG 7030 MT yang diparkir di luar halaman money changer, pelaku sempat panik melihat massa yang telah mengepung dan mengerumuninya. Dorr!! Heriyansah menembak kepalanya sendiri. Dia tewas bersimbah darah. Setelah diidentifikasi, Heriyansah diketahui sebagai polisi. Heriyansah yang merupakan warga Jalan Bakaran, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang, itu tewas dengan luka tembak tepat di belakang telinga kanannya hingga tembus ke kening kiri. Sementara itu Lukman, salah seorang juru parkir dikawasan tersebut yang turut bersama-sama warga sekitar mengerumuni pelaku saat mencoba kabur usai merampok mengatakan, saat kejadian ia mendengar suara letusan tembakan dari dalam money changer tersebut. Dia mendengar teriakan minta tolong dari salah seorang karyawan money changer."Saat itulah aku mendekat dan melihat kerumunan warga yang juga mendekati dan mencoba menghakimi pelaku yang saat itu belum diketahui identitasnya sebagai anggota polisi," terang Lukman. Saat pelaku dikerumuni dan sempat akan dihakimi massa inilah, ungkap Lukman, ia kembali mendengar letusan suara tembakan, dan melihat pelaku telah terkapar bersimbah darah dengan kondisi kepala ditembus peluru.
(tw/asy)











































