Dijegal Pakai Pesawat TNI, PDIP Akan Beli Helikopter
Rabu, 26 Sep 2007 21:56 WIB
Jakarta -
Dua kali 'dijegal' untuk menggunakan helikopter TNI untuk keperluan pemberian bantuan bencana, PDIP gerah. Agar hal serupa tidak terulang lagi, PDIP akan membeli pesawat helikopter sendiri.Rencana membeli helikoter ini terungkap dalam acara buka puasa bersama Taufik Kiemas dengan wartawan di Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu, (26/9/2007). Niat PDIP membeli helikopter bermula saat wartawan menanyakan kronologi penjegalan Megawati mengunakan pesawat helikopter TNI untuk menyerahkan bantua korban gempa bumi di Mentawai.Saat menjelaskan kronologi kejadian, tiba-tiba ada seorang wartawan yang menanyakan apakah tidak ada keinginan untuk membeli pesawat sendiri, agar tidak dijegal lagi. Spontan Taufik Kiemas menantang para wartawan untuk menyumbang. "Kami mau beli pesawat kalau disumbang temen-teman. Bagaimana?" tanya Taufik.Pertanyaan itu langsung diceletuki seorang wartawan daerah. "Kalau bantu seribu mampu Pak," katanya."Nggak apa-apa, asal disumbang wartawan," jawab Taufik yang menjabat Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP itu sambil menantang wartawan untuk saweran.Saweran Seluruh wartawan yang hadir dalam acara buka bersama tersebut secara spontan merogoh koceknya. Setiap pekerja media sepakat menyumbang Rp seribu. Setelah terkumpul diatas nampan, uang tersebut langsung disampaikan kepada Taufik Kiemas yang didampingi Tjahjo Kumolo dan pengurus DPP PDIP lainnya.Menanggapi hal itu, Taufik berjanji akan segera merealisasikan bantuan wartawan tersebut dalam waktu yang tidak lama."Terima kasih atas bantuannya ya. Karena ini amanah, Insyaallah akan segera saya belikan. Kami tidak melihat besarannya, tapi niat baik membantu sudah dapat menjadi motivasi bagi kami," kata suami Megawati ini sambil menyerarkan uang tersebut kepada Sekjen PDIP Pramono Anung.Pramono pun berjanji akan menseriusi bantuan wartawan dalam rapat DPP PDIP. "Ini akan saya laporkan dalam rapat DPP. Ya 6 bulan lagilah Insyaallah sudah kita beli. Soal harga belum tahu. Tapi pesawat yang kira-kira dapat berisi 12-14 orang," jelas Pramono. Sebelumnya, Megawati beberapa kali ditolak menggunakan helikopter milik TNI. Pertama kali adalah saat menyampaikan bantuan kepa korban gempa dan tsunami di Aceh pada akhir 2004. Hal serupa terulang saat Mega ingin menyampaikan bantuan gempa bumi di Kabupaten Mentawai. Padahal sebelumnya pesawat tersebut dipastikan bisa digunakan Mega untuk menyampaikan bantuan.
(yid/nvt)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































