Sniper Disiagakan untuk Operasi Ketupat Krakatau
Rabu, 26 Sep 2007 14:42 WIB
Bandar Lampung -
Polda Lampung akan menurunkan 6.200 personel untuk mengamankan tiga jalur utama arus mudik. Termasuk para sniper dalam Operasi Ketupat Krakatau.Ketiga jalur itu adalah jalur timur dari arah Tulangbawang menuju Palembang, jalur tengah dari Wai Kanan menuju Palembang, dan jalur barat dari Liwa menuju Bengkulu."Selain itu kami juga di-back up 2.000 personel dari berbagai unsur," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Suhariyono Kamino kepada detikcom usai bertemu Menneg PDT Lukman Edy di Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Rabu (26/9/2007). Untuk titik-titik rawan, pihaknya menerjunkan satuan Brimob. Masing-masing titik dijaga tiga kendaraan bermotor atau 6 orang. Mereka mempunyai kemampuan untuk menjadi sniper atau penembak jitu."Di Lampung paling banyak rampok kendaraan bermotor. Kami sudah mengantisipasinya satu bulan sebelum Ramadan dengan membuat Operasi Cipta Kondisi. Puluhan pelaku curanmor telah kami amankan," beber Suhariyono.Menjelang Lebaran, operasi yang digelar diberi nama Operasi Ketupat Krakatau. Dari operasi ini, pihaknya mendata ada dua titik rawan macet akibat jalan rusak, yaitu di Tarahan dan daerah Branti.Untuk daerah Tarahan, Suhariyanto optimistis, pada H-7 perbaikan jalan sudah selesai. Sementara di Branti, dia menduga masih agak lama karena kerusakannya cukup parah.Sedangkan untuk jalur timur dipastikan sudah lancar. Untuk keamanan penyeberangan, setiap kapal feri akan dijaga dua anggota Brimob.
(umi/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































