Dituduh Curi Motor, Pemulung Dianiaya Polisi Eh Salah Tangkap
Rabu, 26 Sep 2007 13:58 WIB
Jakarta -
Saat asyik membersihkan botol bekas, Hasan Basri (27) didatangi seorang polisi. Pemulung ini dituduh mencuri motor. Hasan yang membantah mencuri menjadi santapan empuk penganiayaan polisi.Kejadian berawal saat Hasan yang bekerja sebagai pencari barang bekas ini didatangi 4 pria yang menumpang 2 sepeda motor.Salah satunya berprofesi sebagai polisi dan berinisial P di kediamannya Kampung Bahari RT 01 RW 05 Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 25 September 2007 pukul 17.00 WIB."Saya kenal wajahnya, dia polisi. Sering bolak-balik lewat sini," kata Hasan.Karena tidak curiga, Hasan pun bersedia saat diajak mengobrol di suatu tempat. "Dia bilang ayo ikut saya ngobrol-ngobrol saja," ujar Hasan menirukan sang polisi.Hasan rupanya digelandang ke Polsek Metro Tanjung Priok, Jalan Gorontalo, Jakarta Utara."Saya ditaruh di sebuah ruangan. Saya disuruh ngaku nyuri motor.Saya bilang nggak... nggak... orang saya tidak pernah nyuri," kata Hasan yang juga memiliki usaha wartel dan menjual voucher ini.Hasan yang keukeuh tidak mencuri lalu dihajar. Lutut kanan dan kiri digebuki dengan martil besar. Rahangnya ditonjok, badannya dipukuli dengan balok kayu serta bibirnya pecah akibat bogeman."Saya disiksa sampai pukul 01.00 WIB. Lihat, ini masih lebam dan biru," cetus Hasan sambil menunjukkan bekas luka penganiayaan itu.Setelah puas menganiaya Hasan, polisi mendatangkan korban pencurian motor. "Dari kejauhan korban ditanya, apakah saya yang mencuri atau tidak. Ternyata dia jawab bukan. Saya dilepas dan diberi uang untuk naik ojek," bebernya.Tidak terima dianiaya, Hasan akan mengadukan nasib yang dialaminya ke Propam Polda Metro Jaya siang ini.Bantah AniayaDalam kesempatan terpisah, Kapolsek Tanjung Priok Kompol Suparmo membantah anak buahnya menganiaya Hasan."Saya nggak tahu, saya belum terima laporan, tanya kanit saja," elak Suparmo.Setali tiga uang, Kanitreskrim Polsek Tanjung Priok Ipda James Hutajulujuga berpendapat serupa."Wah nggak ada anggota kayak gitu, saya nggak dapat laporan," ujarnya sambil bergegas pergi.
(aan/sss)










































