PWI Pusat: Panitia Porwanas Bersih dan Justru Nombok
Rabu, 26 Sep 2007 10:25 WIB
Jakarta - Ditetapkannya sejumlah tersangka skandal korupsi Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional) oleh Polda Riau mengundang keheranan petinggi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). "Pertanggungjawaban panitia kan sudah clear. Tak ada penyelewengan. Panitia bahkan nombok," kata Ketua Umum PWI Pusat, Tarman Azzam, Rabu (26/9/2007).Kepada detikcom, Tarman menjelaskan, laporan keuangan panitia Porwanas sudah diserahkan kepada Gubernur Riau. Laporan itu bahkan sudah diaudit BPK dan sudah mendapatkan persetujuan DPRD."Gubernur Riau juga sudah menganggap clear. Semuanya beres dan rapi," kata Tarman. Masih menurut Tarman, panitia Porwanas sama sekali tidak melakukan penyimpangan atas dana penyelenggaraan. "Bahkan panitia malah nombok," kata Tarman.Menurut Tarman, karena dana bantuan dari Pemda sudah tidak ada dan tidak mencukupi kebutuhan, panitia daerah Porwanas harus menombok tidak kurang dari Rp 150 juta. "Ketua PWI Riau, Sutrianto, sampai terpaksa menggadaikan rumahnya," tutur Tarman. Penyelenggaraan Porwanas sendiri, menurut Tarman, juga sukses. "Presiden datang. Target mengangkat citra Riau juga berhasil dilakukan," kata Tarman.Tiga anggota PWI Riau disebut-sebut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Porwanas. Namun sejauh ini, Polda Riau tidak pernah memberitahukan soal penetapan tersangka kepada PWI. Pihak kepolisian dianggap berlebihan.Penegasan ini disampaikan Ketua PWI Cabang Riau Sutrianto Selasa kemarin. Sutrianto mengaku terkejut atas statamen Kapolda Riau Brigjen Sutjiptadi yang dikutip sejumlah media yang telah menetapkan tiga orang panitia Porwanas sebagai tersangka. Dari tiga nama itu, disebutkan inisial ST yang diduga Sutrianto sendiri. Karena itu Sutrianto mengaku sejauh ini belum ada pemberitahun resmi soal statusnya yang kini dijadikan tersangka oleh pihak Polda Riau dalam kasus dugaan korupsi di Porwanas.
(nrl/nrl)











































