Jasa Penitipan Motor Untung Rp 600 Ribu/Hari Berkat Busway

Jasa Penitipan Motor Untung Rp 600 Ribu/Hari Berkat Busway

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 09:43 WIB
Jakarta - Koridor busway tergemuk nomor dua setelah Blok M-Kota adalah Ragunan-Dukuh Atas. Banyak warga selatan Jakarta menumpang TransJ dari Ragunan.Setiap hari, halte busway Ragunan dipadati calon penumpang. Meski harus berjubelan, tapi penumpang tidak keberatan, asal cepat sampai di tujuan.Penumpang yang tinggal di pinggiran Jakarta biasanya berangkat dari rumahnya dengan mobil atau motor. Lantas mereka menitipkan kendaraan pribadi itu di sejumlah tempat penitipan kendaraan di Ragunan. Selain di parking area milik Kebon Binatang Ragunan, ada juga tempat penitipan motor milik warga sekitar. Salah satunya adalah tempat penitipan bernama '50'. "Tempat penitipan motor kami hanya satu-satunya di dekat halte busway Ragunan," ujar Heri Herman, pengelola jasa motor tersebut kepada detikcom, Rabu (26/9/2007).Heri menjelaskan, usaha milik ibunya yang bernama Mintarsih itu didirikan sejak adanya busway koridor VI (Ragunan-Kuningan-Halimun-Dukuh Atas) yakni sejak Maret 2007. Penumpang TransJ biasanya menitipkan motornya di tempat Heri, kemudian dengan berjalan sekitar 100-200 meter, mereka tiba di halte Ragunan. Dengan TransJ mereka tiba ke kantornya lebih cepat daripada mengendarai motor sendiri.Tempat penitipan motor itu cukup luas dan letaknya berdampingan dengan rumah Heri. Usaha ini dikelola oleh keluarga Heri sendiri."Jadi tidak ada pajak yang harus kami bayar," terang Heri yang berasal dari Jawa Barat itu.Pada hari kerja, lanjut Heri, ada 100-200 motor per hari yang dititipkan ke rumahnya. Namun untuk hari libur, motor yang dititipkan hanya sekitar 25-50.Keuntungan yang diraih pun sangat menggiurkan. Dengan ongkos Rp 3.000 per motor per harinya, Heri mendapatkan Rp 300.000-600.000 per hari."Itu keuntungan bersih yang didapat per hari," jelas Heri.Jasa penitipan '50' ini buka dari pukul 06.30 WIB hingga 23.00 WIB. Bagi warga yang tidak sempat mengambil motornya, maka dapat diambil keesokan harinya."Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada motor yang hilang," tutup Heri. Sungguh bisnis 'tanpa modal' yang bikin iri. (nik/nrl)


Berita Terkait