SBY: Hati-hati di Negara Orang

Bertemu WNI di AS

SBY: Hati-hati di Negara Orang

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 09:01 WIB
New York - Setelah disibukkan dengan agenda terpadat dalam rangka Sidang Umum PBB, Selasa (25/9/2007) waktu New York, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani bertemu dengan tokoh masyarakat terpilih untuk berbuka puasa bersama di ruang Pancasila, KJRI New York. Dubes RI dan berkuasa penuh di AS, Sudjadnan Parnohadiningrat, membuka pertemuan yang berlangsung jam 20.20 malam, sebelum Kepala Negara menyampaikan sambutannya kepada masyarakat yang terpilih dan diundang untuk temu muka. Demikian dilaporkan reporter detikcom di New York, Endang Isnaini Saptorini.Diawali dengan perkenalan seluruh anggota rombongan yang turut serta dari Jakarta untuk bersidang di PBB, SBY memberikan gambaran besar mengenai kegiatan Presiden selama berada di Markas PBB.Optimisme Indonesia agar dapat berdiri tinggi, lebih tinggi dari masa lalu, di mata masyarakat dunia, serta mengharapkan untuk Konferensi Bali pada Desember yang akan dapat berjalan baik, menghasilkan kerangka kerja yang baru dan turut menyukseskan Indonesia untuk menjadi lebih tinggi di mata dunia. Barokah Widodo, wakil dari masyarakat AS dari Washington DC, menanyakan peluang di bidang ketenagakerjaan berkaitan dengan banyaknya warga yang dipulangkan karena ketiadaan izin kerja. Masyarakat mengharapkan diplomasi tingkat tinggi untuk melobi Pemerintah AS. Menanggapi pertanyaan tersebut, SBY yang menyapa Barokah "Adinda", menyatakan bahwa hal tersebut sudah dilakukan oleh Pemerintah RI. Seperti masalah yang menimpa sekitar 1,2 juta pekerja Indonesia di Malaysia yang "tanpa surat" dan terus berupaya untuk membantu secara maksimal dengan diplomasi tingkat tinggi. "Pemerintah AS cukup generous untuk mereka yang bekerja di negara ini. Salam untuk seluruh pekerja Indonesia yang tidak dapat bertemu dengan saya malam ini, hati-hati di negara orang," demikian pesan SBY. Sementara perwakilan masyarakat RI dari New York, Silvy Jefry, menanyakan masalah second generation dan peluangnya untuk memperoleh duo citizenship. "Saya mengharapkan agar masyarakat Indonesia yang tinggal di AS untuk ikut berkontribusi terhadap Indonesia, negara dan handai taulan, terutama sebagai jembatan komunikasi AS-Indonesia," jawab SBY. (eis/nrl)


Berita Terkait