Melihat Tantangan KPU Baru

Melihat Tantangan KPU Baru

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 08:14 WIB
Jakarta - Pasca-Pemilu 2004, daya kritis pemilih dan peserta pemilu meningkat tajam. Jika ku kualitas anggota KPU buruk, penyelenggaraan pemilu akan mengalami banyak masalah.Meski diwarnai oleh berbagai kontroversi, proses rekrutmen anggota KPU baru terus berjalan. Komisi II DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 21 nama yang dikirim Presiden, pada Senin-Rabu (1-3/10), pekan depan.Untuk mengetahui sejauhmana tantangan dan besarnya beban kerja yang akan dihadapi anggota KPU baru nanti, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Perludem) dan Partnership for Governance Reform (Kemitraan), akan menggelar Seminar Tantangan KPU Baru, yang akan berlangsung, Rabu (26/9/2007) siang hingga sore, di Hotel Sahid, Jakarta.Menurut Wakil Ketua Perludem, Topo Santoso, daya kritis pemilih, peserta dan pemantau pemilu atas pelaksanaan tahapan-tahapan pemilu pasti bertambah tinggi setelah mengikuti dan mengalami pelaksanaan Pemilu 2004 dan Pilkada sejak 2005. "Jika hal itu tak diimbangi oleh peningkatan kualitas kerja jajaran penyelenggaran pemilu, penyelenggaraan pemilu kelak akan menghadapi masalah yang berujung pada delegetimasi pemilu: minimal kualitas pemilu dipertanyakan, maksimal hasil pemilu ditolak. Padahal, waktu persiapan Pemilu 2009 sangat- sangat mepet," katanya pada detikcom.Sementara di sisi lain, Topo juga melihat, kondisi internal lembaga penyelenggara pemilu pasca-Pemilu 2004 terus memburuk. Kepercayaan diri pimpinan, anggota dan staf sekretariat ambruk menyusul pengadilan kasus korupsi dana pemilu yang diungkap KPK. Tiada lagi respek terhadap lembaga yang berhasil menggelar pemilu paling kompleks di dunia. "Kondisi internal kelembagaan KPU kian parah: di satu sisi, ini disebabkan oleh berlarutnya penggantian anggota baru; di sisi lain, juga disebabkan oleh pengisian jabatan-jabatan sekretariat jenderal yang kosong, tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Topo. Keadaan yang hampir sama, namun oleh sebab yang berbeda, juga terjadi di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi nanti, pada saat daya kritis pemilih, peserta dan pemantau pemilu meningkat tajam, tetapi kondisi internal penyelenggara pemilu terpuruk, kehilangan respek dan kredibilitas. Jelas, dibutuhkan upaya yang luar biasa agar KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota memperoleh kembali kepercayaan publik untuk menjadi penyelenggara Pemilu 2009 dan Pilkada 2010+. Upaya yang luar biasa itu semakin nyata, mengingat waktu mempersiapkan Pemilu 2009 sangat mepet.Nah, melihat situasi eksternal yang akan lebih banyak menuntut peningkatan kualitas pemilu, dan kondisi internal kelembagaan yang porak poranda, kira-kira sosok anggota KPU macam apa yang dibutuhkan agar upaya luar biasa untuk membangun kembali kredibilitas kelembagaan bisa terwujud agar Pemilu 2009 berjalan sukses? Apakah sosok tersebut telah terseleksi dengan baik di antara 21 calon yang diajukan Presiden kepada DPR? Bagaimana juga DPR harus menyikapi ke 21 calon tersebut? Diharapkan pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab pada seminar yang digelar Perludem bersama Kemitraan, sore nanti. Seminar yang dilanjutkan buka bersama ini akan menghadirkan Ramlan Surbakti (Wakil Ketua KPU), Imam Prasojo (mantan anggota KPU), J Kristiadi (pengamat politik CSIS) dan Jeirry Semampau (Ketua JPPR). (nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads