Iran 'Serang' AS di Sidang PBB

Iran 'Serang' AS di Sidang PBB

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 06:03 WIB
New York - Seakan tak peduli sedang berada di sarang lawan, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tetap melancarkan 'serangan' terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS). AS dituding arogan dan melakukan pelanggaran HAM.Dalam 40 menit pidatonya, Presiden Iran menyalahkan Washington atas pelanggaran HAM dalam aksi "perang melawan terorisme" dengan menyindir program penahanan di kamp Guantanamo."Sayang sekali HAM telah dilanggar secara luas oleh kekuatan-kekuatan tertentu, khususnya oleh negara yang berlagak menjadi pendukung utama HAM," kata Ahmadinejad tanpa menyebut negara AS dalam pidato di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat, seperti dilansir AFP, Selasa (25/9/2007) waktu setempat atau Rabu (26/9/2007) WIB."Mendirikan penjara rahasia, menculik orang, pengadilan dan hukuman rahasia tanpa proses persidangan, penyadapan percakapan telepon, menyadap surat pribadi...telah menjadi kebiasaan dan berulang-ulang," imbuh Ahmadinejad.Selama Ahmadinejad berpidato itu, kursi delegasi AS terlihat kosong. Namun Ahmadinejad tetap meneruskan pidatonya dengan mengkritik kebijakan menginvasi Irak."Sayang sekali, kita menjadi saksi kebenaran yang pahit bahwa kekuasaan tidak menghargai bangsa atau kemanusiaan dan satu-satunya hal yang berharga bagi mereka adalah diri mereka sendiri dan kelompok-kelompok politik mereka," kata Ahmadinejad.Tak lupa, Ahmadinejad juga mengungkit soal Palestina. Presiden Iran mengutuk Israel sebagai "rejim Zionis tak sah" yang bersama AS bertanggung jawab atas kesengsaraan rakyat Palestina hari ini."Selama lebih dari 60 tahun, Palestina, sebagai ganti rugi yang dialami mereka (yahudi) selama perang di Eropa, telah diokupasi oleh pemerintahan ilegal Zionis. Rakyat Palestina telah ditaruh di bawah tekanan militer, kungkungan ekonomi, dan dipenjarakan dalam kondisi yang menjijikkan. Pengokupasinya dijaga dan dipuja, sementara rakyat Palestina tak bersalah disudutkan secara politik, militer dan propaganda," kata Ahmadinejad berapi-api.Sejak Revolusi Islam Iran menggulingkan Syah Pahlevi, hubungan diplomatik AS dan Iran terputus. Hubungan itu terus memanas sampai saat ini, yang membuat AS memikirkan kemungkinan menyerbu negeri Syiah itu. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads