Junta Myanmar Terapkan Jam Malam

Junta Myanmar Terapkan Jam Malam

- detikNews
Rabu, 26 Sep 2007 04:19 WIB
Yangon - Bak dalam kondisi perang, junta militer Myanmar menerapkan jam malam di dua kota terbesarnya. Hal ini dilakukan junta setelah digoyang aksi massa 100.000 orang sepanjang Selasa 25 September 2007."Perintah ini dikeluarkan karena aksi protes itu. Tidak boleh berkelompok lebih dari 5 orang," bunyi pengumuman itu seperti diberitakan AFP, Rabu (26/9/2007).Pengumuman itu dikeluarkan Selasa malam. Jam malam ini berlaku efektif dari pukul 21.00 sampai 05.00 esok paginya di kota Yangon dan Mandalay yang ditetapkan sebagai "wilayah terbatas".Pengumuman jam malam itu disampaikan melalui pengeras suara yang disampaikan oleh kendaraan pemerintah yang berkeliling kota Yangon. Aturan jam malam ini ditetapkan berlaku selama 60 hari.Berlakunya jam malam ini menandakan tekanan terhadap junta militer semakin membesar. Bukan hanya dari dalam negeri yang dilihat dari eskalasi aksi massa, namun juga perhatian dari dunia internasional termasuk negara adikuasa Amerika Serikat.Selasa lalu, 30 ribu biksu dan 70 ribu rakyat turun ke jalan mendesak junta menanggalkan kekuasaannya dan meminta pemimpin oposisi Aung San Su Kyi dibebaskan dari tahanan. Junta kemudian menurunkan ribuan tentara dan polisi mengamankan situasi ini.Masyarakat dunia, termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon kemudian mendesak junta "menahan diri" dan segera membuka dialog. Sementara Presiden AS George W Bush mengancam akan menerapkan sanksi baru atas Myanmar. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads