Malam Teror di Malaysia, 2 WNI Dimintai Keterangan
Selasa, 25 Sep 2007 16:50 WIB
Kuala Lumpur - Sebuah malam berdarah penuh teror melanda satu keluarga di Malaysia. 2 Nyawa melayang dalam peristiwa tersebut. 2 Pelajar Nigeria dan 2 perempuan Indonesia dimintai keterangan.Dua bocah kakak beradik mengalami ketakutan yang luar biasa ketika melihat ibu dan teman laki-laki yang tinggal serumah ditusuk hingga tewas di flatnya yang berlantai 4 di Taman Usahawan, Kepong, Malaysia. Demikian dilansir dari thestar.com, Selasa (25/9/2007).Setelah ditikam hingga tewas, si ibu yang bernama Ang Chin Ping diseret keluar dari kamarnya oleh seorang laki-laki. Peristiwa kekerasan berujung maut itu ditengarai terjadi antara waktu tengah malam hingga pukul 09.00 pagi pada Senin 24 September kemarin.Saking takutnya, bocah perempuan berumur 4 tahun bersama dengan kakak laki-lakinya yang berumur 6 tahun, bersembunyi di dalam kamarnya.Karena punya firasat buruk, saudara perempuan Ang datang ke flat tersebut. Dia datang sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat.Setelah mendengar suara bibinya, bocah laki-laki yang tengah bersembunyi itu buru-buru membuka pintu. Begitu melihat bibinya, seketika tangisnya pecah. Dengan berurai air mata, dia menceritakan peristiwa mengerikan yang dilihatnya.Untuk keperluan investigasi, 2 pelajar Nigeria yang tinggal 2 lantai di bawah kamar korban dibawa polisi untuk dimintai keterangan. Selain itu, 2 perempuan Indonesia yang kerap menemui para pelajar itu juga dimintai keterangan.Diduga DiperkosaAng adalah perempuan yang berprofesi sebagai ahli kecantikan. Perempuan 36 tahun itu ditemukan tergeletak tanpa busana di salah satu ruangan. Dia diduga diperkosa sebelum tewas.Sedangkan teman serumahnya, Wong Tan Yong (32), adalah agen penjualan. Dia ditemukan tergeletak dalam posisi tengkurap di salah satu ruangan lain di flat tersebut.Tetangga mereka mengatakan, pada tengah malam sebelum keduanya ditemukan tewas, terdengar suara orang bertengkar dari flat mereka. Tidak jelas siapa yang tengah bertengkar.Polisi juga menemukan polisi yang berlumuran darah di flat tersebut.Investigasi awal menunjukkan, kartu identitas milik Ang dan Wong serta telepon gengamnya diambil oleh penyerangnya. Karena itu, polisi menyampingkan dugaan perampokan.Tewas tidak wajar sepertinya sudah menjadi sejarah keluarga Ang. Sebab pada beberapa bulan lalu, suami Ang bunuh diri karena depresi.
(nvt/nrl)











































