Warga Jateng Diminta Waspadai Penyakit Menular dari Pemudik
Selasa, 25 Sep 2007 15:30 WIB
Semarang - Jalan-jalan di wilayah Provinsi Jawa Tengah dipastikan bakal dipadati pemudik menjelang Lebaran. Warga Jateng pun diminta mewaspadai penularan penyakit saat wilayahnya diserbu pemudik.Kepala Dinas Kesehatan Jateng Hartanto menuturkan, pemudik yang datang dari berbagai wailayah dimungkinkan membawa penyakit. Itu karena kurangnya kebersihan diri dan lingkungan. Penyakit itu bisa menyebar saat pemudik memasuki wilayah tertentu. "Lalu lintas pemudik yang begitu tinggi menyulitkan pemantauan. Karena itu, kami hanya bisa berharap agar masyarakat waspada dengan menjaga kebersihan diri,keluarga, dan lingkungan sekitarnya," kata Hartanto.Hartanto menyampaikan hal itu kepada wartawan usai menjadi moderator sosialisasi program imunisasi di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (25/9/2007). Hartanto menyebutkan, penyakit menular yang mungkin berkembang dalam eksodus pemudik di antaranya, diare, flu, penyakit kulit, dan lain-lain. Meski hanya penyakit ringan, namun jika tidak diwaspadai dikhwatirkan bisa menimbulkan KLB. Hartanto mengaku Lebaran merupakan momen rutin, sehingga persiapan yang dilakukan pun nyaris sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain menyiapkan rumah sakit atau puskesmas non stop, Dinkes juga membuka posko kesehatan di beberapa jalur mudik. "Tiap kabupaten/kota membuka satu posko. Sedangkan kami membuka posko di jalur utama. Mungkin di Gringsing (Batang), Buntu (Banyumas), atau Bawen (KabupatenSemarang). Kami koordinasikan lagi soal ini," jelasnya. Selain itu, Dinkes juga memantau peredaran makanan dan minuman. Meski belum mengetahui secara rinci, Hartanto menyebutkan di beberapa daerah ditemukan produk kadaluarsa. "Biasalah, pada momen seperti ini kan ada yang mencoba mencuri kesempatan. Di beberapa daerah kami masih temukan barang-barang kadaluarsa," pungkas Hartanto.
(try/umi)











































