Dunia Warning Junta Myanmar Jangan Terjadi Pertumpahan Darah

Dunia Warning Junta Myanmar Jangan Terjadi Pertumpahan Darah

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2007 13:11 WIB
Jakarta - Dengan jumlah pemrotes hingga 100 ribu orang dan turunnya 20 ribu biksu ke jalanan membuat dunia mengecam junta militer Myanmar agar menghindari terjadinya pertumpahan darah.Sejumlah negara Asia Tenggara yang bergabung dalam ASEAN menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi di negara yang dulu bernama Burma itu. Myanmar bergabung ke ASEAN 10 tahun lalu.Menlu Malaysia Syed Hamid Albar mengingatkan agar militer Myanmar melakukan rekonsiliasi sebelum aksi protes berpotensi menimbulkan kekacauan, kerusuhan, dan huru hara."Kami yakin rekonsiliasi merupakan proses terbaik untuk perdamaian. Junta militer harus memerhatikan aspirasi rakyat," ujar Syed Hamid kepada AFP di sela Sidang Umum PBB di New York, AS, Selasa (25/9/2007).Militer Thailand prihatin dengan aksi protes junta militer di Myanmar. Terlebih lagi Myanmar bertetangga dekat dengan Myanmar. Sampai-sampai militer Thailand melakukan rapat untuk membahas kondisi tidak biasanya itu."Ini belum pernah terjadi selama 20 tahun. Biasanya junta Myanmar bisa dengan bagus mengontrol rakyatnya. Tapi kali ini sangat memprihatinkan karena ratusan ribu orang turun ke jalan," kata Menhan Thailand Jenderal Boonrawd Somtas kepada AFP di Bangkok.Sementara Cina yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB memberi tekanan terhadap junta Myanmar agar menghindari kekerasan, jangan melawan biksu, serta mempercepat proses demokratisasi.Sedangkan Penasihat Keamanan Nasional AS Stephen Hadley menyampaikan, Presiden AS George W Bush akan memperketat sanksi terhadap junta Myanmar.Australia meminta Cina dan India menekan junta Myanmar mengekang diri. "Saya pikir pemimpin militer Burma lebih mendengar suara Cina dan India ketimbang suara ASEAN, dan sudah pasti mereka tidak memedulikan suara dari negara-negara barat," kata Menlu Australia Alexander Downer.Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta junta Myanmar melakukan pendekatan damai terhadap para demonstran.PM Inggris Gordon Brown menilai ada ancaman kemanusiaan di Myanmar sehingga seluruh dunia harus bersatu padu membantu mereka yang teraniaya.Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, di tempat pengasingannya di Paris menyampaikan dukungan dan solidaritas dalam gerakan damai demi lahirnya demokrasi di Myanmar.Prancis meminta junta Myanmar melakukan reformasi dan melindungi demonstran. Jerman dan Irlandia menyampaikan simpati kepada demonstran.Myanmar masuk dalam ASEAN bersama-sama dengan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Timur. (sss/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads