Busway Oh Busway, Thank You

Busway Oh Busway, Thank You

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2007 13:06 WIB
Busway Oh Busway, Thank You
Jakarta - Herlan, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tahu benar bagaimana menyiasati kemacetan di Jakarta. Semula dia naik mobil pribadi, lalu beralih ke motor. Kini TransJ yang melaju di busway jadi pilihannya.Berikut ini testimoni Herlan, Selasa (25/9/2007):Busway kini sedang hangat-hangatnya dibicarakan, ditolak, dicaci, dimaki dan hanya sedikit yang memuji. Saya mungkin hanya sedikit orang yang selalu mendukung program pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat, meski saya bukan orang pemerintahan. Tapi saya percaya di antara banyak pejabat pemerintahan yang korup, pasti ada pejabat-pejabatnya yang selalu menjaga amanah dan bertanggungjawab.Busway koridor VI, merupakan jalur busway yang melalui kawasan tempat tinggal saya. Sebelum koridor ini dibangun, perjalanan saya menuju ke kantor dari arah Republika sampai dengan Mampang Prapatan dengan mobil pribadi bisa menempuh waktu 1,5 jam (dari jam 8 sampai jam 9.30) kadang lebih. Ketika koridor ini dibangun, kemacetan semakin parah. Namun saya menyiasatinya dengan menggunakan sepeda motor ke kantor, lumayan perjalanan hanya 1 jam saja. Meskipun demikian, saat itu saya berkeyakinan jika sudah selesai pasti jarak tempuh ke kantor akan lebih cepat.Busway koridor VI pun selesai, dan saya beralih menggunakan sarana ini untuk berangkat ke kantor. Waktu tempuh? Jelas semakin cepat, hanya sekitar 15-20 menit saja. Mau duduk ataupun berdiri tidak peduli yang penting waktu, itu sangat berharga buat saya.Permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan hadirnya busway menurut saya karena mereka enggan beralih menggunakan transportasi ini, padahal dari segi biaya dan tenaga effort- nya lebih besar menggunakan kendaraan pribadi apalagi naik angkutan umum yang semrawut ketimbang menggunakan busway.Sekarang tempat tinggal saya di Lenteng Agung, namun tidak jadi masalah buat saya. Demi mengejar waktu ke kantor saya naik sepeda motor bersama istri dari rumah lalu saya parkir di Ragunan dilanjutkan dengan naik busway, tetap saja waktu tempuh jauh lebih cepat ketimbang bawa mobil atau naik sepedamotor sekalipun ke kantor. Biaya yang dikeluarkan? Tetap jauh lebih murah ketimbang harus belanja bensin ditambah service berkala.Kini mobil hanya digunakan untuk keperluan keluarga di hari libur saja, bahkan seringkali saya bepergian di hari libur menggunakan busway bila kebetulan jalurnya dilalui. Tak peduli harus beberapa kali transit. Ini bukan semata-mata kebetulan punya rumah atau ngantor yang dilalui jalur busway, tapi lebih memanfaatkan solusi ketimbang gengsi. Busway...oh..busway, thank you. (nrl/umi)


Berita Terkait