Prada SN dan Warga LT Ditangkap

Kronologi TNI vs Polri

Prada SN dan Warga LT Ditangkap

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2007 11:41 WIB
Jakarta - 2 Orang yang diduga penyulut bentrokan TNI-Polri di Ternate, Maluku Utara, dibekuk. Satu orang adalah Prada SN dan LT, warga Ternate.Hal tersebut diungkapkan Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (25/9/2007).Kejadian itu ungkap Bambang, diawali pada Sabtu 22 September 2007 pukul 23.30 WIT, terjadi perselisihan antara Briptu SDM yang dikeroyok Prada SN dan seorang warga Ternate LT. "Kasus itu sudah diselidiki dan Prada SN diserahkan ke Polisi Militer. Satu lagi adalah warga Ternate LT yang diserahkan ke Polres Ternate," kata Bambang.Kemudian, Minggu 23 September 2007 pukul 01.30 WIT, Bripka RW anggota Polri yang sedang piket di rumah Kapolres, dihadang orang yang tidak dikenal dengan menggunakan motor. Tak lama setelah itu Bripka RW dianiaya dan ditikam hingga tewas. Tak lama kemudian, timbul pengeroyokan terhadap anggota TNI oleh polisi Ternate. Dalam insiden yang terjadi di Pelabuhan Bastiong Ternate itu 2 orang luka-luka. Pada Senin 24 September pukul 02.30 WIT, Bripda IB dan Bripda SM dari Polri ditembak oleh anggota Kompi 732 hingga luka berat. Pada pukul 10.15 WIT di daerah Bacan, Bripda SN juga dianiaya sehingga luka berat. Malamnya pukul 21.30 WIT, Ipda Kusnadi dihadang dan dianiaya.Selasa 25 September 2007 pukul 01.30 WIT, Briptu Muhdi dianiaya saat pulang sahur dari kantor, dan meninggal dunia. "Total korban insiden TNI-Polri, 2 meninggal dari Polri, 5 luka-luka. 2 luka-luka di antaranya dari TNI," ujar Bambang.Bambang juga meminta warga dan kedua belah pihak tetap waspada. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah Polri dan TNI. Dan untuk pelaku dikenai tindakan yang seberat-beratnya," katanya. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads