KBRI di Baghdad Cukup 4 Orang, Istri & Anak Tak Perlu Ikut
Selasa, 25 Sep 2007 10:38 WIB
Jakarta - Dari segi politis, rencana Presiden SBY membuka KBRI di Baghdad dinilai tepat. Namun mengingat kondisi yang belum kondusif, perwakilan kedubes jangan terlalu gemuk. Cukup dikirim 1 dubes dan 3 staf."Dari segi prosedural memang belum sangat tepat. Tetapi dari segi politislangkah Presiden SBY sangat baik karena memperlihatkan RI serius dan menghargai pemerintahan Irak sekarang," kata pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia (UI), Dr Hariyadi Wirawan, kepada detikcom, Selasa (25/9/2007).Menurut dia, pembukaan kembali KBRI di Baghdad merupakan sinyal bahwa RI siap melakukan upaya tambahan untuk membantu Irak mengatasi krisis dan konflik internal."Nama baik RI di mata Irak akan naik. Apalagi Irak menilai RI mempunyai pengaruh mengingat RI memiliki keunggulan komparatif sebagai negara muslim terbesar dan negara muslim moderat," ujarnya.Namun demikian, lanjut Hariyadi, pembukaan KBRI di Baghdad perlu memperhatikan faktor keamanan."Ruginya ya situasi di Irak yang belum kondusif. Tetapi pembukaan kembali KBRI di sana bukan berarti mau mencelakakan orang. Sebab, pengeboman hanya yang ngebom dan Allah yang tahu. Apalagi daerah diplomatik di Irak dijaga ketat. Jadi ya waspada saja dan berserah diri saja," terang dia.Melihat situasi yang belum kondusif itu, Hariyadi mengatakan cukup dikirim 1 duta besar dengan dibantu 3 staf."Itu sudah cukuplah apalagi hubungan perdagangan masih kecil peluangnya. Kalau bisa istri dan anak tidak perlu ikut. Sekolah saja di sana masih susah dan belum aman," cetus dia.Presiden SBY dalam lawatannya di New York menyampaikan ingin Indonesia bisa membuka kembali kedutaannya di Baghdad yang kosong karena krisis di Irak. Persiapannya sedang dipelajari pihak Departemen Luar Negeri.
(aan/nrl)











































