Terimakasih Busway Menjadi Ujian Kesabaran di Bulan Ramadan
Selasa, 25 Sep 2007 10:01 WIB
Jakarta - Kesabaran Winoto, warga Pluit Karang Asri, Jakarta Utara, benar-benar diuji di bulan puasa ini. Pembangunan busway koridor IX Pluit-Pinangranti sungguh menyiksa. Pluit yang semula lancar, kini macet dari pagi hingga malam."Terimakasih busway karena telah menjadi ujian kesabaran di bulan suci Ramadan ini," ujar Winoto antara sabar dan geram dalam pesan tertulisnya pada detikcom, Selasa (25/9/2007).Pluit kini menjadi jalur neraka baru, sama persis ketika busway koridor lainnya dibangun tahun-tahun lalu."Akhir-akhir ini warga Pluit jika harus keluar Pluit memakan waktu banyak karena kemacetan luar biasa yang mengepung di berbagai arah Pluit, dan penyebab utamanya adalah dibangunnya jalur busway masuk sampai ke dalam perumahan Pluit!" ujarnya.Menurutnya, busway jelas-jelas bukan solusi untuk kemacetan Jakarta. "Coba sebutkan koridor mana yang dengan beroperasinya busway kemacetan jadi terurai? Yang terjadi malah memperparah kemacetan. Dan anehnya program tersebut masih saja diteruskan sehingga muncul pertanyaan : siapa sebenarnya yang untung dengan program tersebut?" ungkapWinoto.Pada Minggu 23 September 2007, sejumlah warga Pluit berdemonstrasi menolak pembangunan busway. Mereka juga memasang spanduk-spanduk besar bernada penolakan, persis yang dilakukan oleh warga Pondok Indah."Proyek pengerjaan busway terkesan memaksa tanpa memikirkan dampak lingkungan dan keindahan kota. Proyek ini juga terkesan memonopoli angkutan dalam kota. Tidak selayaknya jika jalan yang memiliki 2 jalur dibuat trayek busway, karena akan menimbulkan kemacetan yang lebih parah," komentar Hariyanto, warga Cidodol, Jakarta Selatan. "Wah, akhir-akhir ini busway menyebabkan kesabaran saya teruji. Kebetulan setiap pagi dan sore saya mengantar jemput istri di Tendean sedangkan kantor saya di Kelapa Gading. Dari Yos Sudarso hingga Tendean terbentang jalur busway yang membuat kemacetan makin parah. Mohon pihak berwenang lebih memikirkan waktu dan biaya yang terbuang karena busway," curhat Ari.Koridor IX sepanjang 29,9 kilometer nantinya akan melayani rute Terminal Pinangranti - Jl Pondok Gede Raya - Jl Raya Bogor - Jl Mayjen Sutoyo - Jl MT Haryono - Jl Gatot Subroto - Jl S Parman - Jl Prof Latumeten - Jl Jembatan Dua - Jl Jembatan Tiga - Pluit.
(nrl/nik)











































