Anggota DPR: Jangan Buru-buru Buka Kembali KBRI di Irak
Selasa, 25 Sep 2007 09:22 WIB
Jakarta -
Rencana Presiden SBY yang ingin membuka kembali KBRI di Baghdad sebaiknya tidak buru-buru direalisasikan.Pembukaan kembali KBRI di Baghdad dalam waktu dekat dinilai akan membahayakan diplomat Indonesia karena situasi Irak masih belum aman."Menurut saya masih bahaya. Keamanannya belum bagus. Masih banyak penculikan dan pembunuhan. Takutnya diplomat kita jadi korban," ujar anggota Komisi I DPR Djoko Susilo kepada detikcom, Selasa (25/9/2007) pukul 09.00 WIB.Menurut Djoko, pemerintah Indonesia harus memikirkan masak-masak untuk menempatkan diplomat kembali di sana karena situasi Irak masih belum jelas. Pemerintahan Irak masih di bawah kedudukan AS."Kita perlu pertimbangan serius. Kita jangan terburu-buru. Ini memang sangat rumit," ujarnya.Djoko mengatakan, DPR akan mendiskusikan hal ini pada 8 Oktober mendatang dalam raker dengan Menlu."Kita akan tanya kenapa Deplu buru-buru tempatkan di sana. Nyatanya banyak diplomat asing yang jadi korban," ungkap politisi PAN ini.Evaluasi 6 BulanDjoko menegaskan, dalam 6 bulan ke depan, DPR akan melakukan evaluasi terhadap hal ini. Jika memang situasi Irak sudah membaik, pemerintah Indonesia bisa menempatkan diplomat."Kalau keamanannya baik, silakan. Tapi kelihatannya masih belum kondusif," tutur eks jurnalis ini.Menurut Djoko, Direktur Pengamanan Luar Negeri Deplu perlu melakukan kunjungan ke sana. Hasil peninjauan tersebut harus dilaporkan ke pimpinannnya."Kajian mereka dengan situasi sekarang ini kan belum final. Masih meraba-raba. Kalau setelah dikaji dan hasilnya aman, boleh ditempatkan di sana," tegasnya.
(ziz/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































