Mendiktisaintek Brian Yuliarto menanggapi dugaan kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru besar UIN Palopo berinisial Prof ER terhadap mahasiswi saat pingsan. Brian mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dan membentuk komisi disiplin di lingkungan perguruan tinggi.
"Ya, kita memang selalu menyosialisasikan ya, dan kita juga membuat, apa namanya, komisi seperti komisi disiplin ya, penegakan apalagi pem-bully-an, dan juga pelecehan seksual itu sesuatu yang kami terus-menerus concern," kata Brian seusai rapat bersama Komisi X DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Brian mengatakan setiap laporan pelanggaran yang masuk akan langsung ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan. Jika pelaku terbukti melanggar, pihaknya akan memberi sanksi tegas.
"Kami juga dengan tegas, setiap ada pelanggaran-pelanggaran, itu kita langsung lakukan pemeriksaan. Juga kalau ada hal-hal yang melanggar, kita langsung berikan hukuman," ujarnya.
Sebab itu, Brian mengimbau para mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan untuk tak ragu melapor jika menemukan atau mengalami tindakan pelecehan atau perundungan.
"Jadi ini terus-menerus kita berharap semakin memberikan kesadaran, dan juga kami mengimbau kepada seluruh sivitas akademika untuk tidak ragu-ragu menyampaikan laporannya kalau ada hal-hal yang seperti itu, karena komitmen kami sudah sangat jelas, kampus harus bebas dari hal-hal yang sifatnya pem-bully-an, pelecehan, dan perundungan seperti itu, begitu," tuturnya.
(amw/rfs)