Mudik Sebuah Tradisi Global
Selasa, 25 Sep 2007 06:18 WIB
Jakarta - Lebaran datang. Mudik pun jadi sebuah fenomena. Tradisi pulang kampung bagi para perantauan ini ada yang menyebutkan identik dengan budaya Indonesia.Entah dimulai sejak kapan? Pastinya mudik biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan seperti lebaran atau Idul Fitri. Bagi sebagian masyarakat kita sepertinya mudik adalah sebuah keharusan mutlak."Ini bisa disamakan dengan ziarah. Kalau mudik itu kan seperti minta restu kepada orang yang dituakan, bersilaturahmi" kata sejarawan Asvi Warman Adam saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Senin (25/9/2007).Mudik memang tradisi sejak dahulu. Namun menjadi begitu massif (besar) kala proses urbanisasi merasuki kota-kota besar di Indonesia. Dan begitu lebaran tiba bisa dibayangkan jutaan perantau pulang kampung."Para warga kota-kota besar seolah juga menemukan oasis di kampung halaman, setelah berpenat-penat di kota. Apalagi momennya pas saat lebaran," tambahnya.Namun perlu dicatat, mudik ternyata bukan hanya milik orang Indonesia. "Ini sudah merupakan kebiasaan di dunia," jelas Asvi.Boleh dibilang di daratan Eropa dan Amerika sekalipun menjelang hari besar keagamaan mudik biasa dilakukan. Namun karena tersedianya infrastruktur di negara-negara maju mudik tidak menjadi persoalan."Untuk negara Asia seperti Cina dan Vietnam menjelang tahun baru juga terjadi mudik secara massif seperti halnya Indonesia," imbuhnya.Hari lebaran memang menjadi sebuah momen yang berbeda dengan hari-hari lainnya. Meskipun untuk sebuah menjalin silaturahmi, meminta restu, atau berziarah bisa dilakukan di lain hari."Paling tidak aspek positif mudik ini bisa menghilangkan kejenuhan sosial," tegas Asvi.
(ndr/rmd)











































