Sanksi Baru AS Mengancam Junta Militer Myanmar
Selasa, 25 Sep 2007 04:54 WIB
Yangoon - Amerika Serikat (AS) segera merespons memanasnya situasi politik di Myanmar. Presiden negeri Paman Sam itu, George W Bush pun akan menjatuhkan sanksi baru untuk negeri yang juga anggota ASEAN tersebut."Itu sebagai cara untuk menekan rezim menuju perubahan," kata penasihat keamanan AS Stephen Hadley seperti dikutip AFP, Selasa (25/9/2007).Hadley menambahkan pemberian sanksi tambahan ini ditujukan pada anggota utama junta militer yang berkuasa. "Sanksi menyangkut ketersediaan dukungan keuangan bagi mereka," tambah Hadley.Selain itu pihak gedung putih juga meminta dukungan negara lainnya untuk melaksanakan sanksi. Sanksi baru itu pun termasuk perpanjangan visa bagi para pemimpin rezim dan keluarganya.Sayangnya Hadley tidak mau memerinci lebih lanjut sanksi jenis apa yang akan dijatuhkan. "Akan ada sebuah kejutan, jangan sampai target kita meyembunyikan aset mereka, sebelum datang sanksi," imbuh Hadley.Sedang di Myanmar, sekitar 100 ribu biksu Budha melakukan demonstrasi. Dan demo menuntut perubahan paling besar selama 20 tahun ini telah berlangsung sekitar semingguan. Aksi ini juga didukung para tokoh oposisi.
(ndr/rmd)











































