Guru Honorer Nangis di DPR, Pulang Mengajar Harus Antar-Jemput Laundry

Guru Honorer Nangis di DPR, Pulang Mengajar Harus Antar-Jemput Laundry

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 02 Feb 2026 15:15 WIB
Guru Honorer Nangis di DPR, Pulang Mengajar Harus Antar-Jemput Laundry
Tangis guru honorer pecah saat rapat di DPR. (Dok. TVR Parlemen)
Jakarta -

Salah satu guru honorer menangis saat rapat dengan Baleg DPR RI. Dia menceritakan kehidupan menjadi guru honorer yang harus bekerja lagi setelah pulang mengajar.

Momen itu terjadi ketika Baleg DPR mempersilakan satu per satu guru honorer untuk berkeluh kesah di ruang rapat Baleg DPR, Jakarta, Senin (2/2/2026). Salah satu cerita datang dari guru honorer di SDN Wanasari 01 Cibitung, Indah Permata Sari.

"Saya yang namanya terdata di 265 itu yang belum masuk data pendidikan, Pak, padahal saya sudah memenuhi masa kerja, tapi sulitnya untuk masuk data pendidikan atau dapodik itu sulitnya luar biasa, Pak," kata Indah saat rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data pendidikan itu apa?" tanya Ketua Baleg DPR Bob Hasan.

"Dapodik, Pak," jawab Indah.

ADVERTISEMENT

Kemudian, dia menyebutkan kondisi tidak masuk dapodik itu mempersulit dirinya untuk mencari informasi sehingga dia tertinggal ketika ada pembukaan pendaftaran P3K.

"Susah sekali, Pak, kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyeluruh, Pak, jadinya kita ketinggalan info. Kayak kemarin ada tes P3K, tapi karena kita tidak masuk dalam dapodik kita semua tidak bisa, Pak, tertinggal. Bahkan terbayang-terbayang akan dirumahkan," ucap dia.

Dia merasa sedih atas kondisi tersebut. Dia menyebutkan banyak guru hingga tenaga pendidik lain yang juga mengalami.

"Itu paling sedih sih, Pak. Harapan saya dan teman-teman tenaga pendidik dan guru yang lain, bisa ikut P3K penuh waktu, paling itu sih, Pak," imbuhnya.

Kemudian, Indah tiba-tiba menangis saat berbicara mengenai kesejahteraan dirinya. Dia menceritakan harus bekerja mengantar laundry setelah mengajar.

"Karena saya juga, seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan," ujar dia sambil menangis.

Simak Video 'PGRI Ungkap Cuma 11% Anak Muda yang Berminat Jadi Guru':

(maa/idn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads