Biksu Pimpin 30.000 Orang Demo di Myanmar
Senin, 24 Sep 2007 14:38 WIB
Yangon - 30.000 Orang, separuhnya biksu, berpawai di ibukota Myanmar, Yangon. Aksi demonstrasi terhadap junta militer ini menjadi yang terbesar dalam 20 tahun.Nuansa oranye dan merah pudar dari seragam biksu mewarnai jalanan utama di Yangon. Massa biksu yang berbaur dengan masyarakat memulai long march dari Pagoda Shwedagon, Senin (24/9/2007).Para biksu ini melakukan aksi sambil memeluk patung Buddha kecil. Sebagian lainnya membawa mangkuk amal yang dibalik sebagai simbol menolak bantuan pemerintah junta.Seperti diberitakan AFP, rute pawai melewati kantor partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang merupakan partai pimpinan oposan Aung San Suu Kyi. Para biksu berpawai sambil melantunkan doa-doa.Para pengurus partai NLD pun berhamburan keluar, bertepuk tangan lalu masuk ke dalam barisan. Massa banyak yang menyelendangkan kain merah sebagai simbol sinergi dengan para biksu."Kita melakukan aksi untuk rakyat," ujar seorang biksu kepada massa.Para biksu ini meminta aksi dilakukan dengan damai dan menghindari yel-yel politis. Dua artis Myanmar, Zaganar dan Kyaw Thu, memberi bantuan makanan untuk aksi hari ini. Aksi ini merupakan aksi susulan pada Minggu 23 September 2007 yang diikuti 20.000 orang.Hampir seminggu gelombang aksi dilakukan. Para analis politik menilai, pemerintah junta Myanmar yang kerap represif, tidak berani gebabah kali ini. Aksi kekerasan terhadap biksu bisa menjadi blunder kepada junta. Aksi di Myanmar ini dipicu dari kebijakan pemerintah yang secara sepihak menaikkan harga BBM pada 15 Agustus. Harga yang meroket membuat kondisi perekonomian rakyat semakin sulit.
(fay/nrl)











































