NU - Muhammadiyah Sempitkan Perbedaan Hari Besar Islam

NU - Muhammadiyah Sempitkan Perbedaan Hari Besar Islam

- detikNews
Senin, 24 Sep 2007 13:26 WIB
Jakarta - NU dan Muhammadiyah kerap berbeda dalam menentukan tanggal hari besar Islam. Untuk menyempitkan perbedaan, kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu sepakat menggelar sejumlah pertemuan."Sesuai tekad NU dan Muhammdiyah, disepakati bakal ada pertemuan ahli-ahli dari NU dan Muhammadiyah. Pertemuan pertama diawali di PB NU dan kemudian di PP Muhammadiyah," kata Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin.Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers yang dihadiri juga Menag Maftuh Basyuni, Ketum PBNU Hasyim Muzadi, dan mantan Menag Quraisy Shihab usai rapat dengan Wapres JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (24/9/2007).Din berharap pertemuan 2 ormas Islam itu akan menghasilkan titik temu yang selama ini dinilai sebagai perbedaan. "Jika belum ada wilayah-wilayah yang bisa ditoleransi, jangan dibesar-besarkan," imbaunya.Sementara itu, Hasyim mengakui, selama ini kedua ormas Islam itu punya berbedaan dalam memahami Al Quran dan hadits, terutama dalam menentukan hari-hari besar Islam."Daerah perbedaan itu tidak usah diubah menjadi pertentangan. PBNU dan Muhammadiyah akan berusaha keras mencari titik temu dari metodologi yang selama ini dipakai," cetus Hasyim.Menurut Hasyim, jika belum mencapai titik temu, maka masyarakat harus siap menerima perbedaan. "Kita tidak tahu hasilnya. Jadi masyarakat harus siap bareng dan siap beda. Puasa 29 hari bagus, 30 lebih bagus. Yang tidak bagus itu yang tidak berpuasa," ujarnya sambil tertawa. (nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads