RI Perlu Suara Lebih Besar Tangani Climate Change

Laporan dari New York

RI Perlu Suara Lebih Besar Tangani Climate Change

- detikNews
Senin, 24 Sep 2007 12:57 WIB
RI Perlu Suara Lebih Besar Tangani Climate Change
New York - Indonesia terus berupaya mengajak negara-negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim (climate change). Terkait hal ini, Indonesia harus memiliki suara lebih besar dan posisi yang baik. Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam konferensi pers dengan wartawan Indonesia, usai menerima laporan dari pejabat Indonesia di Hotel Millennium, New York, Minggu (23/9/2007) malam atau Senin (24/9/2007) pagi WIB. Para pejabat yang mendampingi Presiden itu antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menlu Hassan Wirajuda, Menneg LH Rachmat Witoelar, Seskab Sudi Silalahi, Dubes Indonesia untuk AS Parnohadiningrat, Wakil Tetap RI/Dubes di PBB Marty Natalegawa, Ketua Wantimpres Ali Alatas, anggota Wantimpres Emil Salim, dan anggota DPD yang juga mantan Menneg LH Sarwono Kusumaatmadja. Menurut SBY, saat ini Indonesia memiliki potensi dan keajaiban laut yang besar. Sementara di sisi lain, Indonesia juga dinilai sebagai penghasil karbon terbesar, akibat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Karena itu, Indonesia harus memiliki suara besar dalam hal ini, terutama terkait penyelenggaraan konferensi internasional mengenai climate change di Bali akhir Desember 2007 nanti. Seperti dilaporkan reporter detikcom, keberadaan SBY dan rombongan di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Agenda sidang umum ini memang terkait dengan penanggulangan perubahan iklim. Pertemuan tersebut dibagi dalam 4 (empat) tema pembahasan yang dibahas secara paralel, yaitu penanggulangan (mitigasi), financing, tehnologi dan pengembangan untuk energi yang aman dan bersih. Menurut SBY, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut untuk memperkuat posisi Indonesia. "Dengan posisi yang kuat, kita akan mendapat benefit yang konkret," ujar SBY. Lebih lanjut SBY menjelaskan saat ini ada dua pandangan mengenai climate change, yaitu pandangan yang menganggap perubahan iklim bukan ancaman dan pandangan yang sebaliknya. Tapi, Indonesia tidak ingin terjebak dalam dua posisi ini. "Yang jelas kita sekarang sudah menderita akibat climate change. Ada kekeringan, banjir, longsor, tsunami. Jadi, kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi kita. Jadi isu climate change ini riil," kata dia. (eis/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads