Warga Pluit Pasang Spanduk Besar Tolak TransJ Koridor IX
Senin, 24 Sep 2007 12:36 WIB
Jakarta - Warga perumahan elit Pluit, Jakarta Utara membentangkan spanduk besar menolak pembangunan busway koridor IX. Penolakan akibat pembangunan yang masuk ke pemukimam mereka.Warga yang membentangkan puluhan spanduk penolakan antara lain bertuliskan, "Kami warga 03/16 keberatan atas pembangunan jalur busway, sangat mengganggu arus lalu-lintas", "Busway koridor IX macet dan banjir" dan "Stop busway masuk pemukimam warga".Spanduk besar berukuran 8x2 meter juga dipasang persis di pagar gapura RW 06. Tulisan spanduk yakni "Kami warga Pluit Penjaringan menolak keras masuknya busway IX ke pemukimam Pluit".Menurut Ketua RW 06 Pluit, Yosef Mangundow, warga meminta pembangunan busway koridor IX hanya mencapai perempatan SCBD Pluit dan memutar di depan RS Atmajaya Pluit."Kok bisa sampai masuk ke jalan perumahan. Padahal jalan tersebut kan jalan perumahan," ujar Yosef kepada wartawan di Jl Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/9/2007).Pantauan detikcom, hingga kini koridor IX sudah dibangun dari Slipi hingga Grogol dan Jembatan Lima hingga Mega Mall Pluit.Sedangkan di pemukiman warga, yakni di jalan Pluit Raya, Pluit Indah, dan jalan Pluit Putri, jalur busway sudah tampak dibeton di depan perumahan, namun di perempatan jalan belum.Akibat pembangunan ini, kemacetan arah ke Pluit gila-gilaan hingga ke Gedung DPR, Senayan. "Ini (siang hari) masih mending, sore hari nggak bisa ditolerir. Biasanya dari Pluit ke Semanggi paling 1 jam, sekarang bisa sampai 3 jam," gerutu Bambang, pengemudi mobil sedan.
(nik/sss)











































