Dana Supersemar Mengalir ke 7 Perusahaan

Dana Supersemar Mengalir ke 7 Perusahaan

- detikNews
Senin, 24 Sep 2007 10:57 WIB
Jakarta - Dana Yayasan Supersemar yang seharusnya untuk pendidikan, ternyata dialirkan ke 7 perusahaan yang tak terkait pendidikan sama sekali. Semua itu dilakukan Yayasan Supersemar di bawah pimpinan Jenderal (Purn) Soeharto."Tergugat I dan II telah menggunakan dana dengan menyimpang dari tujuan, yaitu sebagai berikut. Satu, US$ 125 juta pada 22 September 1990 diberikan pada Bank Duta," ujar pengacara negara selaku Penggugat, Dachamer Munthe, di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (24/9/2007).Aliran kedua dan ketiga juga untuk Bank Duta. Aliran kedua terjadi pada 25 September 1990 sebesar US$ 19.959.807. Aliran ketiga, pada 26 September 1990 sebesar US$ 275 juta.Aliran keempat untuk Sempati Air antara 23 September 1989 sampai 19 November 1997, yakni Rp 13.173.178.940. Aliran kelima untuk PT Kiani Lestari dan PT Kiani Sakti sebesar Rp 150 miliar pada 19 November 1995.Aliran keenam antara Desember 1992 sampai Mei 1993 sebesar Rp 12.744.875.000 untuk PT Kalhold Utama, PT Essam Timber dan Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri. Kemudian, pada 28 September 1993 sebesar Rp 10 miliar untuk Kosgoro."Tergugat I (Soeharto) dan Tergugat II (Supersemar) telah menggunakan total US$ 420.290.000 dan Rp 185.918.480.940," ujar Dachamer.Perbuatan mengalirkan dana Supersemar di luar peruntukan itu dikategorikan Dachamer yang mewakili negara cq Presiden RI sebagai perbuatan melawan hukum. Bertentangan dengan pasal 2 f PP 15/1976 tentang Penetapan Penggunaan Laba Bersih Bank-bank milik Pemerintah."Dan juga tidak sesuai dengan anggaran dasar Yayasan Supersemar," ujar Dachamer di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahjono. (aba/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads