Ahmadinejad Disambut Kontroversi di Negeri Bush
Senin, 24 Sep 2007 10:52 WIB
New York - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memulai kunjungan ke AS dalam rangka menghadiri Sidang Umum PBB di New York. Berbagai protes muncul terhadap sejumlah agendanya termasuk mengunjungi Ground Zero. Sejumlah agenda penting akan dilakukannya selama berada di AS. Ahmadinejad akan berpidato di Sidang Umum PBB pada Selasa 25 September 2007. Sebelum meninggalkan Teheran, dia mengatakan akan bertemu dengan politisi independen yang beroposisi dengan Bush."Sidang Umum PBB adalah kesempatan baik bagi rakyat Iran memberikan solusi masalah dunia," ujar Ahmadinejad seperti dilansir AFP, Senin (24/9/2007).Pemimpin yang meminta penghancuran Israel dan menggugat Holocaust ini, juga akan memberi sambutan di National Press Club di Washington lewat video conference. Ahmadinejad juga akan memberikan kuliah umum di Columbia University.Sebelum kedatangannya di AS, politisi lokal dan kelompok Yahudi menggelar demonstrasi agar Columbia University membatalkan acara untuk Ahmadinejad. 100 Pendemo melakukan aksi pada Minggu 23 September di gerbang kampus dengan spanduk bertuliskan "Jangan memberi kami alasan untuk membenci", "Ahmadinejad meniru Hitler".Pihak kampus malah membela Ahmadinejad. Presiden Columbia University Lee Bollinger mengatakan universitas mengagendakan semacam debat terhadap Ahmadinejad terkait Holocaust, penghancuran Israel dan program nuklir Iran."Universitas adalah masyarakat yang belajar dan berkomitmen untuk mempertemukan berbagai pemikiran," kata dia.Agenda lain yang menyulut protes adalah rencana kunjungan Ahmadinejad ke Ground Zero, bekas lokasi tragedi 11 September di reruntuhan gedung WTC. Warga New York menolak rencana Ahmadinejad meletakkan karangan bunga di sana.Untuk yang satu ini, Presiden AS George W Bush juga mengkritik langsung. "Saya mengerti kalau masyarakat tidak ingin seorang pemimpin negara pendukung terorisme mengunjungi tempat tersebut," kata Bush.Ahmadinejad mengatakan dia memang tidak akan memaksakan kunjungan ke Ground Zero jika pemerintah setempat tidak mengizinkan. Dalam aturan Sidang Umum PBB, para pemimpin negara boleh bepergian dalam radius 40 km dari Markas Besar PBB.
(fay/asy)











































