Juan Felix: Data PBB Diambil dari Guntingan Koran Saja
Senin, 24 Sep 2007 10:00 WIB
Jakarta - Laporan Bank Dunia dan PBB yang menempatkan Soeharto sebagai salah satu pencuri aset terbesar di dunia, dinilai hanya sebagai guntingan koran, bukan berdasarkan data yang akurat."Itu diambil dari guntingan-guntingan koran, majalah dan kliping dari media. Bukan berdasarkan data yang akurat," kata salah satu pengacara Soeharto, Juan Felix Tampubolon, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2007).Menurut Juan Felix, laporan PBB ini bukan merupakan permasalahan yang baru sejak 8 tahun silam, bahkan sudah basi."Saya pikir itu bukan hal yang baru. Itu masalah sama saja dengan kurang lebih 8 tahun lalu. Isinya itu-itu juga. Menurut kami, itu sudah basi," ujar dia.Juan Felix menjelaskan, 7 tahun lalu kuasa hukum Soeharto sudah menyerahkan surat kuasa kepada pemerintah untuk mengecek harta Seoharto di luar negeri, yakni ke Swiss dan Austria. Namun tidak pernah ditemukan."Surat kuasa itu juga belum pernah dicabut. Jadi kalau memang ada, padahal tidak ada, nggak usah repot-repot. Data itu nggak usah mengkhayal," imbuh dia.Jadi Pak Harto tidak pernah selewengkan dana sepersen pun? "Ya nggak pernah. Kami percaya pada klien kami. Kami pelajari data-data yang ada. Kami tidak menemukan apa pun," ujar dia.
(mly/sss)











































