Ketua MPR: Kalau NU Kuat, Indonesia Akan Kuat

Ketua MPR: Kalau NU Kuat, Indonesia Akan Kuat

Kurniawan Fadilah - detikNews
Sabtu, 31 Jan 2026 12:50 WIB
Ketua MPR: Kalau NU Kuat, Indonesia Akan Kuat
Ketua MPR Ahmaz Muzani di harlah ke-100 NU di Istora Senayan. (Kurniawan/detikcom)
Jakarta -

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan sambutannya dalam puncak perayaan harlah ke-100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU). Dalam sambutannya, Muzani meminta agar NU perlu menjadi kuat karena negara membutuhkan hal itu.

"Negara perlu NU kuat. Negara perlu NU kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat. Bagaimana caranya NU kuat? NU kuat itu apabila jam'iyah NU itu kuat makan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu sehat. NU kuat itu apabila jemaah NU itu kenyang. NU kuat itu apabila jemaah NU itu ada pekerjaan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu dompetnya tebal," tutur Muzani di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muzani menyampaikan Indonesia akan kuat apabila rakyatnya sehat badan dan pikiran, rakyatnya bekerja, dan rakyatnya cerdas. Dia menyebut, selama ini NU pun selalu menampilkan kekuatan tersebut melalui doa-doa yang dipanjatkan.

"Dan itulah yang dimaksud saya kira dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Dunianya hasanah, akhiratnya hasanah. Itulah yang dikejar, yang diajarkan oleh para ulama kita, kiai-kiai kita, guru-guru kita, nyai-nyai kita di berbagai macam pondok pesantren," jelas Muzani.

"Mudah-mudahan ini adalah bagian dari NU terus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara, dan jangan bosan memberi pengabdian kepada negara," sambungnya.

Muzani pun meminta agar warga NU terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Dia meyakini, warga NU pun ketika melakukan perjuangan untuk bangsa dan negara tidak memerlukan pujian, sekalipun makian.

"Memberi pengabdian negara kadang dipuji, memberi pengabdian negara kadang dimaki. Pimpinan NU, santri NU, pengurus NU, kyai NU, tidak perlu pujian, tidak perlu makian, tapi yang penting bagi NU adalah rida Allah Subhanahu Wata'ala. Selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU," pungkasnya.

Lihat juga Video Pratikno-Istri Gus Dur Hadiri Harlah Ke-100 NU di Istora

(kuf/azh)


Berita Terkait