Sembako Meroket di Pasar Koja
Minggu, 23 Sep 2007 17:01 WIB
Jakarta - Lebaran masih jauh, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Koja, Jakarta Utara terus meroket. Kenaikan harga antara lain terjadi pada beras, terigu, mentega, dan susu."Beras yang berkualitas bagus naik jadi Rp 7.000 per liter. Padahal dulu Rp 4.000 sudah dapat yang bagus. Kalau beras yang kualitas sedang rata-rata Rp 4.500," kata seorang pedagang bernama Jubir (28) kepada detikcom.Selain beras, harga mentega curah juga ikut melonjak. Dari Rp 101 ribu per 15 kg menjadi Rp 106 ribu. Sedangkan harga terigu per 25 kg yang sebelumnya dibandrol Rp 108 ribu, kini menjadi Rp 120 ribu.Harga susu bubuk kemasan 150 gram yang biasanya Rp 7.000 menjadi Rp 8.000. Sedangkan susu kental manis yang berkisar pada harga Rp 6.000 menjadi Rp 7.000."Malah saya dengar besok mie instant per kardus akan naik Rp 2000," imbuh Jubir.Kenaikan harga ini umumnya disyukuri oleh para pedagang. "Biasanya sehari saya dapat Rp 2,5 juta, sekarang bisa sampai Rp 3 juta," tutur pedagang lainnya, Sujinah (47).Meski demikian, ada pula harga sejumlah bahan pokok yang turun. Misalnya minyak goreng, yang sebelumnya Rp 155 ribu per 17 kg, menjadi Rp 145 ribu.Telur ayam curah yang dibandrol Rp 11 ribu, menjadi Rp 7.000 per kg. Telur bebek yang biasanya Rp 1.100 per butir, turun menjadi Rp 1.000. Harga IkanKenaikan harga pada bulan puasa juga terjadi di Pasar Ikan Nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Ikan segar mengalami kenaikan harga dua kali lipat.Ikan kakap goyang yang biasanya dihargai Rp 6.000 per kg, menjadi Rp 12 ribu. Ikan bawal merah yang biasanya Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu.Sedangkan kepiting berkualitas bagus yang sebelumnya dibandrol Rp 15 ribu, naik menjadi Rp 25 ribu. Kepiting kualitas biasa melonjak dari Rp 7.000 menjadi Rp 15 ribu per kg.Pedagang ikan terpaksa menaikkan harga karena para nelayan yang memasok ikan juga menaikkan harga. "Dengar-dengar sih karena mau Lebaran, terus ongkos melaut mahal," jelas salah satu pedagang, Tasumi (54).Nenek yang telah 10 tahun berjualan ikan di pasar ini, merupakan salah satu dari puluhan pedagang yang berharap harga ikan bisa segera turun dan stabil."Kalau seperti ini, kasihan pedagang. Jualan cuma bisa nutup modal. Ya daripada menganggur. Ini kan jadi kelihatan bekerja, nongkrong di pasar," keluhnya.
(fiq/ken)











































