Mega Dijegal Kunjungi Korban Gempa
Minggu, 23 Sep 2007 16:32 WIB
Jakarta - PDIP sedang kesal. Acara pemberian bantuan gempa di Mentawai oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri batal gara-gara helikopter TNI yang sudah dicarter tidak bisa digunakan. PDIP menilai pemerintah sengaja menghalangi."Kunjungan kemanusiaan Ibu Mega ke daerah gempa di Sumbar menuju Mentawai dijegal dari Jakarta agar tidak berangkat. Helikopter yang akan digunakan, dan sudah oke dari jauh hari, mendadak tidak bisa digunakan Ibu Mega dengan alasan teknis," kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Minggu (23/9/2007).Setelah ditelusuri, menurut Tjahjo, petugas mengaku pembatalan helikopter adalah perintah dari Jakarta. "Awalnya alasan teknis. Tapi akhirnya pengakuan petugas karena perintah dari Jakarta untuk tidak digunakan Ibu Mega," cetusnya.Tjahjo menyayangkan adanya penjegalan berpolitik di era reformasi. Seharusnya semua pihak dipersilakan menyapa korban bencana karena disana ada rakyat dan konstituen. Apalagi Mega adalah mantan presiden."Apa yang boleh berkunjung hanya presiden saja. Pimpinan parpol apalagi mantan presiden dilarang-larang. Apa takut tersaingi. Menjenguk korban gempa kok dihambat-hambat," imbuhya.Akibat hal ini, Mega melanjutkan perjalanan lewat jalur darat menuju Mentawai. "Terpaksa harus melalui jalan darat 3 jam ke lokasi musibah. Menyedihkan kalau ada upaya menghambat Mega menemui masyarakat," pungkasnya.
(fay/fay)











































