Agar Si Miskin Tenang Berpuasa, Harus Ada Jaminan Gaji Ekstra
Minggu, 23 Sep 2007 10:06 WIB
Jakarta - Survei di Palembang menunjukkan 60 persen Muslim yang tidak berpuasa adalah orang miskin. Ketua Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz mengatakan fenomena ini tidak hanya terjadi di Palembang saja."Ini juga terjadi di daerah-daerah lain. Cakupannya nasional," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (23/9/2007).Orang miskin yang tidak berpuasa di Bulan Ramadan, menurut Wardah, tidak bisa disalahkan. Mereka terpaksa bekerja lebih giat untuk biaya pulang kampung atau Lebaran.Karena tuntutan jam kerja yang bertambah, mereka merasa kondisinya tidak mampu untuk menjalani ibadah puasa. Oleh karena itu Pemerintah Daerah bisa membantu meringankan beban mereka."Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan formal, peraturan soal gaji ekstra dari majikan pada pembantu atau sopir," katanya.Dengan demikian, buruh tidak perlu menambah jam kerjanya untuk mendapat uang lebih. Sebab, sudah ada jaminan dari pemerintah soal bonus hari raya.Bagaimana dengan mereka yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang kaki lima atau asongan? Wardah mengatakan pemerintah selama bulan puasa juga bisa "berpuasa' mengejar-ngejar mereka."Puasa juga menguatkan kepedulian. Jadi hentikanlah penggusuran. Biarkanlah mereka berdagang dengan tenang," ujarnya.Wardah sempat mengungkapkan keprihatinannya soal kemiskinan di Indonesia yang semakin parah. "Orang miskin pun bukan di bulan puasa sudah berpuasa. Kadang mereka makan hanya sekali sehari," imbuhnya miris.
(gah/gah)











































