Pengamat Nilai Data StAR Soal Soeharto Bombastis
Minggu, 23 Sep 2007 01:18 WIB
Jakarta - Laporan data soal aset korupsi mantan Presiden HM Soeharto yang dikeluarkan oleh Bank Dunia (BD) dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui prakarsa Stolen Asset Recovery (StAR) dinilai terlalu bombastis. Data itu merupakan data lama dan sulit untuk mengusutnya."Temuan data dari Bank Dunia dan PBB ini terlalu bombastis, karena sebelumnya sudah ada keputusan MA yang memenangkan Soeharto, sehingga ada kesan emosional," kata pengamat intelijen Wawan Poerwanto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/9/2007) malam.Menurut Wawan, bila data tersebut disikapi secara emosional akan menyebabkan upaya penulusuran harta kekayaan Soeharto di luar negeri akan sumir dan sulitdilakukan. "Ini seperti pepesan kosong saja. Sebetulnya ini data-data lama dan itu sebetulnya data lama yang sudah dicari tim pemburu dari kejaksaan. Tentunya data itu sekarang menjadi bias, apalagi sudah berumur sepuluh tahun," jelasnya.Wawan juga menilai, upaya pemerintah dalam hal ini kejaksaan untuk mengungkap aset milik Soeharto yang diparkir di luar negeri sangat sulit. Diakuinya, saatbertemu dengan tim yang berangkat ke Swiss memang tidak ditemukan keberadaan aset tersebut. Apalagi, lanjut Wawan, dalam proses penyimpanan aset itu di luar negeri menggunakan nama pihak ketiga atau advokat asing sangat sulit untuk dibuktikan. "Oleh karena itu, pelacakan-pelacakan seperti itu sudah usang. Pelacakan data yang dulu saja sulit," tandasnya.
(zal/gah)











































