PDIP: Pusat Belum Sadar Urgensi Tanggap Darurat Bencana

PDIP: Pusat Belum Sadar Urgensi Tanggap Darurat Bencana

- detikNews
Sabtu, 22 Sep 2007 22:17 WIB
Jakarta - Kesadaran masyarakat terhadap bahaya gempa dan tsunami sudah sangat besar. Sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat yang sudah tinggi ini tidak dibarengi dengan upaya yang cekatan dan tanggap dari pemerintah untuk menanggulangi gempa.Karena itu Ketua Badan Penanggulanan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan Theodorus Jacob meminta pemerintah pusat untuk memberikan perhatian penuh terhadap korban gempa Bengkulu dan Sumatera Barat.Dia mengatakan, kesadaran masyarakat sudah sangat jauh ketimbang pemerintah terhadap bahaya gempa dan tsunami. Hal ini terlihat dengan korban meninggal yang sangat minim."Tapi pemerintah belum juga sadar betapa tanggap darurat harus terorganisir dengan baik. Terbukti hingga hari ke sembilan Pulau Pagai di Kepulauan Mentawai tetap darurat. Terlihat hanya pemerintah daerah yang masih tanggap," tegasnya kepada detikcom, Sabtu (23/9/2007).PDI Perjuangan, ujar anggota Komisi 8 DPR ini menyatakan, lewat Baguna hanya mampu sekedarnya membangun posko-posko kesehatan, membantu puskesmas keliling setempat yang kewalahan semenjak hari-hari pertama kedaruratan."Sampai kapan kedaruratan tanpa tanggapan pemerintah pusat. Jangan dibiarkan pemerintah daerah berjibaku sendirian," tuturnya.Jacob bersama rombongan yang lebih besar akan tiba Kepulauan Mentawai, Minggu (23/9/2007) besok.Sementara itu, dari Kecamatan Pagai Utara Selatan, Baguna sejak Jumat (21/9/2007) telah memberikan pelayanan medis desa Malakopa di Pulau Pagai Selatan dimana 90% rumah rata tanah dan 10% retak-retak.Desa ini sudah kosong karena seluruh 400 KK sudah mengungsi setelah air laut sempat naik pasca gempa. Berdasarkan pantauan, tampaknya mereka memutuskan akan pindah permanen ke lokasi yang lebih tinggi, sekitar 1 kilometer dari garis pantai. (mar/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait