Rusuh Akibat PKL Salah Paham

Pengelola Pasar Kramatjati:

Rusuh Akibat PKL Salah Paham

- detikNews
Sabtu, 22 Sep 2007 15:47 WIB
Jakarta - Kerusuhan kecil di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur terjadi pada Jumat (21/9/2007) malam. Menurut pengelola Pasar Induk Kramatjati, kerusuhan itu terjadi akibat salah paham antara pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di pasar dengan petugas keamanan yang berusaha untuk menertibkan mereka. "Jadi kami pengelola pasar memang sedang menjalankan program untuk menertibkan para pedagang kaki lima di pasar. Jadi, mereka ini bukan pedagang tetap, alasannya adalah karena para pedagang ini tidak tertib," kata Kepala Humas Pengelola PD Pasar Jaya Induk Kramat Jati Nurman Adi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (22/9/2007). Menurut dia, saat itu ada terjadi kesalahpahaman antara sekuriti dengan para pedagang sehingga terjadi kerusuhan. "Padahal, tujuan kita menertibkan kaki lima adalah untuk memudahkan akses masuk pengunjung," papar Nurman. Para PKL di Pasar Kramatjati ini tidak menetap dalam berjualan. Nurmad dinilai "bandel" oleh pengelola pasar sehingga setiap harinya harus dimonitor.Nurman juga mengatakan bahwa penertiban para PKL tidak terkait dengan rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke pasar tersebut. "Jadi penertiban tidak ada kaitannya dengan kedatangan Presiden, kami saja baru tahu rencana itu tadi malam. Jadi itu tidak benar, dan saya juga tidak tahu apakah batalnya kedatangan SBY karena kerusuhan ini," ujarnya.Mengenai kerugian, Nurman mengaku pihaknya belum mengetahui data kerugiannya. "Tapi memang ada beberapa yang rusak, dan saya menyesalkan hal itu. Seharusnya kan pedagang tidak anarkis. Dan itu merupakan tindak kriminal, karena itu kami meminta petugas kepolisian untuk menindaknya," jelas dia.Nurman membenarkan bahwa pihak pengelola pasar menarik petugas keamanannya untuk sementara waktu, sampai keadaan kondusif. "Kita tidak mau kerusuhan berlanjut karena itu kita tarik, dan kita menyerahkan pada pihak polisi dulu," ujar dia. (dnl/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads