Seusai Jalani Operasi Usus Buntu, Istri Liong Meninggal

Seusai Jalani Operasi Usus Buntu, Istri Liong Meninggal

- detikNews
Sabtu, 22 Sep 2007 15:20 WIB
Jakarta - Betapa sakitnya Liong Nababan. Dia harus kehilangan istrinya, Minar Sitanggang, setelah dokter salah mendiagnosa penyakit istrinya. Istri Liong tambah sakit parah setelah operasi usus buntu. Atas dugaan kesalahan diagnosa yang merugikan diri dan keluarganya, Liong pun mendatangi Polda Metro Jaya, Sabtu (22/9/2007). Dia yang didampingi LBH Kesehatan yang dipimpin Iskandar Sitorus melaporkan dugaan malpraktek tersebut.Liong, warga Perum Puri Gading, Bekasi ini menceritakan, tanggal 27 Agustus 2006 lalu dirinya membawa istrinya ke sebuah RS di kawasan Pondok Gede untuk menjalani rawat inap. Minar didiagnosa oleh Dr HI menderita usus buntu. Saat itu, sebenarnya sang istri yang perawat itu tidak yakin dengan penyakit itu. Tapi akhirnya istri Liong mau juga dioperasi sesuai saran dokter. Tetapi apa yang terjadi setelah itu? Usai operasi, beberapa hari kemudian perut Minar membesar seperti orang hamil. Minar juga sulit buang air dan angin.Tanggal 12 September 2006, tiba-tiba perut Minar mengeluarkan nanah yang cukup banyak. Jahitan bekas operasi sempat terbuka. Dokter pun lambat bertindak, lalu RS tersebut membentuk tim untuk melakukan operasi laparatomi (cuci usus).Usai operasi, beberapa minggu kemudian Minar ternyata masih mengeluarkan cairan di perutnya. Dokter yang melakukan tindakan hanya meminta Liong untuk sabar dan banyak doa.Minar lalu dibawa ke dokter spesialis usus RSCM. Saat itu dokter di RSCM menyatakan di dalam perut Minar ada perlengketan usus. Lalu Minar dioperasi lagi. Saat itulah ditemukan tumor di usus sebesar 15 cm dari anus.Sejak 22 Januari, lanjut Liong, istrinya menjalani operasi keempat sampai keenam untuk angkat tumor. Dari operasi keenam tanggal 11 Mei 2007, Minar juga didiagnosa menderita TBC usus, oleh sebab itu kebocoran di usus tidak bisa disembuhkan."Saat itu, Dr Agi di RSCM sudah membolehkan istri saya pulang karena kondisinya membaik, tanggal 4 Juli, istri saya meninggal, dokter juga tidak bisa menjelaskan apa-apa kenapa istri saya bisa meninggal," keluh Liong. (zal/asy)


Berita Terkait