Pasca Rusuh, Pasar Induk Kramatjati Masih Dijaga Polisi
Sabtu, 22 Sep 2007 12:14 WIB
Jakarta - Sehari setelah ratusan pedagang sayur mengamuk, Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur masih dijaga ketat polisi. Kaca maket pasar yang pecah karena jadi sasaran amuk pedagang juga masih terlihat di lantai dua pasar. Pemantauan detikcom, Sabtu (22/9/2007) pukul 12.00 WIB, sejumlah polisi masih berjaga di lantai 1 dan lantai 2 pasar tersebut. Di lantai 1, polisi terkonsentrasi di kantor pemasaran. Sementara di lantai 2, polisi terkonsentrasi di kantor pengelola. Maket pasar yang terbuat dari kaca yang berada di lantai 2 tampak pecah. Pecahan kaca masih terlihat. Namun, karena sejumlah wartawan mendatangi tempat itu, sejumlah petugas tampak membersihkannya dan menyimpan maket tersebut ke dalam salah satu ruangan. Para polisi yang berjaga tidak bersedia menceritakan kasus amuk pedagang sayur. Hanya saja, salah seorang di antara mereka mengaku, ada tiga pedagang yang diperiksa polisi. Mereka diduga terlibat dalam amuk massa itu. Sementara pihak pengelola Pasar Induk Kramatjati juga tutup mulut atas rusuh kecil yang terjadi pada Jumat (21/9/2007) malam itu. Mereka meminta wartawan menanyakan langsung kepada kepala humas Pasar Induk yang sedang tidak ada di lokasi. Para pedagang sayur dan buah-buahan juga memilih tutup mulut. "Silakan tanya ke pengelola saja. Kami tidak tahu apa-apa," kata salah seorang pedagang. Para pedagang tampak berjualan seperti biasa. Situasi di pasar tersebut sudah normal. Kantor Pengelola di lantai dua ini memang terletak di tengah-tengah los buah-buahan dan sayur mayur. Para pedagang sayur mayur inilah yang mengamuk, gara-gara ada satpam pasar yang terlihat arogan saat melakukan penertiban. Penertiban dilakukan Jumat petang, karena ada kabar Presiden SBY akan mengunjungi pasar tersebut pada Sabtu (22/9/2007). Dalam penertiban itu, salah seorang Satpam memukul seorang pedagang. Para pedagang pun marah. Selain maket pasar yang dipecahkan para pedagang, juga ada satu mobil Toyota Kijang yang dihancurkan dan dibakar. Namun, saat ini bangkai mobil tersebut sudah diamankan polisi. Hari ini, Presiden memang mengunjungi Pasar Kramatjati. Namun, SBY tidak melakukan sidak di Pasar Induk. Dia melakukan inspeksi ke pasar tradisional, yang berada dalam satu satu kompleks dengan Pasar Induk, untuk memantau stok dan harga barang-barang kebutuhan pokok.
(asy/nvt)











































