6 Pesawat Delay Akibat Listrik Padam di Bandara Ngurah Rai
Sabtu, 22 Sep 2007 11:39 WIB
Denpasar -
Akibat listrik PLN padam sekitar 40 menit, bandara Ngurah Rai, Denpasar ditutup beberapa saat. Akibat penutupan bandara ini, ada 6 pesawat yang mengalami penundaan terbang (delay). Namun, hingga pukul 12.30 Wita, situasi di Bandara Ngurah Rai sudah normal kembali. Listrik di Bandara Ngurah Rai padam sekitar pukul 06.15 hingga 06.54 Wita, Sabtu (22/9/2007). Beberapa detik setelah listrik padam, genset di Bandara memang menyala secara otomatis. Namun, aliran listrik dari genset hanya digunakan untuk tempat-tempat penting, seperti menara, radar, alat keselamatan penerbangan, air traffic control, dan X-Ray. "Genset ini berkekuatan 10.000 KWH. Namun, hanya digunakan untuk operasional yang esensial. Alat-alat nonesensial seperti lampu dan AC dinyalakan setelah listrik menyala," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Ahmad Munir.Karena padamnya listrik PLN ini, tidak ada pesawat yang diterbangkan hingga pukul 08.00 Wita. Sedikitnya ada enam pesawat yang mengalami delay antara 30 menit hingga 1 jam. "Delay-nya pesawat murni diakibatkan oleh gangguan listrik," jelas Ahmad Munir. Enam pesawat yang mengalami delay adalah:1. Garuda 401 Denapasar-Jakarta, mengalami delay 1 jam2. Garuda 251 Denpasar-Yogya, delay 1 jam3. Garuda 652 Denpasar-Timika, delay 34 menit4. Batavia 742 Denpasar-Jakarta, delay 40 menit5. Mandala 563 Denpasar-Surabaya, delay 38 menit6. Wings Air 890 Denpasar - Yogya, delay 49 menitSekitar pukul 08.00 Wita, enam pesawat ini sudah bisa melakukan take off menuju tujuannya. Sementara itu, Station Manager Garuda di Bandara Ngurah Rai Muller Simanjuntak mengakui bahwa pesawat Garuda melalui delay akibat padamnya listrik. "Semua komputer mati, sehingga check-in dilakukan secara manual," ujar dia. Dia mengaku sejak 9 bulan bekerja di Bandara Ngurah Rai, baru kali ini terjadi listrik padam.
(asy/nvt)










































