Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo (Pasha) terlibat debat sengit dengan Wamen PPPA Veronica Tan dalam sebuah rapat kerja di DPR RI. Apa yang diperdebatkan keduanya?
Rapat itu terselenggara di Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Wamen PPPA Veronica mulanya menjelaskan soal layanan pengaduan SAPA 129 hingga dibutuhkannya sinergi terkait kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
"KemenPPPA memang kalau dibilang kita ini ngurusin setengah perempuan seluruh Indonesia yang artinya itu 50 persen adalah perempuan dan sepertiganya adalah anak dan itu kalau dihitung dua pertiga dan dengan budget yang begitu kecil memang sangat susah kalau kita tidak melakukan kolaborasi," ujar Veronica dalam rapat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Pasha menyela pernyataan Veronica. Ia menyebut KemenPPPA hanya mengurusi soal hukum, bukan pemberdayaan perempuan. Pasha pun mempertanyakan apa beda kementerian ini dengan peran Komnas Perempuan.
"Izin Pimpinan, mohon maaf sekali, Pimpinan. Ini dari penjelasan Ibu Wamen kok saya melihat ini seperti keluar dari koridor, itu gimana ya menjelaskannya, saya nggak ngerti, apa kita ini paham apa nggak sebenarnya rapat ini. Yang dijelaskan oleh Ibu Wamen tadi sama juga dilakukan oleh Komnas Perempuan. Coba kita pahami sama-sama dulu deh, definisi pemberdayaan perempuan apa sebenarnya? Pemberdayaan perempuan apa sebenarnya Bu Menteri? Mohon maaf dengan segala hormat, saya orang baru juga tapi bahasa Indonesia kita masih paham gitu loh," kata Pasha.
Pasha menilai yang dibicarakan oleh Veronica berputar pada perlindungan hukum, advokat, hingga hak asasi manusia. Ia menyinggung semestinya peran kementerian ini memberdayakan seluruh perempuan di Indonesia, termasuk dari kalangan lansia hingga para perempuan yang tak lagi bersuami.
"Mohon maaf, mohon maaf," jawab Veronica.
"Tahan dulu, tahan dulu. Ini tidak ada unsur, mohon maaf, tidak ada urusan batin tidak ada. Ini menjadi pertanyaan dari tadi yang kita dengar ini Pak Pimpinan soal kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga. Loh gimana ini jauh dari pemberdayaan, ini jadi kayak badan gitu," ungkap Pasha.
Veronica meminta waktu lima menit untuk menjelaskan bagian soal pemberdayaan perempuan. Pasha kemudian menyinggung lansia perempuan yang produktif di negara lain.
"Pimpinan kalau di luar negeri Pak, janda-janda pun produktif, lansia itu juga produktif, KemenPPPA tidak bicara itu dari tadi. Supaya kita ini rapat ini arahnya jelas, kita ini masih banyak loh di Jakarta khususnya Pak, banyak ini kita punya lansia-lansia tidak diproduktifkan Pak," ujar Pasha.
"KemenPPPA juga jarang sentuh kok itu. Saya kan ajak Bu Wamen waktu itu, 'Bu Wamen kapan kita turun sama-sama? Kita lihat kacamata Bu Wamen yang mana, kacamata saya yang mana'. Dari tadi soal hukum terus, itu sudah ada tugasnya," tambahnya.
Veronica kemudian menjawab sorotan legislator PAN tersebut. Ia berharap diberi kesempatan lantaran baru mengemban tugas sebagai Wamen PPPA.
"Terima kasih Pak, nanti tahun ini kita jalan bareng he-he-he..., kasih kita kesempatan Pak, kan kita juga baru Pak. Ibu Menteri dan Ibu Wamen ini masih baru Pak. Jadi kita masih perlu loading, kita masih perlu belajar bareng, tapi kami mengapresiasi banget karena kami di-support sama Komisi VIII," imbuhnya.
Tonton juga video "Wamen PPPA Minta 2% Kaum Difabel Bisa Bekerja di Pemerintahan"
(dwr/gbr)










































