Eks Presiden Peru Fujimori Diekstradisi
Sabtu, 22 Sep 2007 09:19 WIB
Santiago - Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori akan diekstradisi Peru untuk tuduhan korupsi dan kejahatan manusia selama 1999-2000. Mahkamah Agung (MA) Chile telah menyetujui ekstradisi itu."Kami telah memutuskan ekstradisi," kata Hakim Alberto Chaigneau seperti yang dikutip AFP, Sabtu (22/9/2007).Chaigneau mengatakan, putusan pengadilan berdasarkan tuduhan pembantaian massal yang dilakukan pasukan maut, Grupo Colina, serta 5 kasus korupsi.Putusan ini, akan mengirimkan Fujimori ke rumahnya setelah 7 tahun pengasingan karena tuduhan kriminal dalam kebijakannya.Fujimori akan dikirim ke Peru dengan menggunakan transportasi darat atau udara dalam beberapa jam.Pejabat kepolisian Rene Castellon mengatakan mereka hanya membutuhkan surat dari Menteri Luar Negeri untuk memproses ekstradisi. "Dan ini mungkin butuh beberapa jam," ujar dia.Fujimori (69) melarikan diri dari Peru pada 2000 ke Jepang di tengah-tengah sekandal korupsi. Bahkan pengunduran dirinya dengan faks dari Hotel Tokyo.Lima menuduhnya bertanggungjawab pada pembunuhan 1992 dengan kekuatan negara kepada 9 siswa Universitas La Cancuta dan pada 1991 membunuh 15 orang di Lima.Hakim Pengadilan Tinggi Chile memeriksa kasus ini setelah hakim tunggal pada Juli memutuskan menolak ekstradisi.Sementara itu, pengacara Fujimori mengatakan pada Jumat 21 Sepember telah menerima putusan pengadilan. Chile saat ini, maksimum 3 bulan mengekstradisi mantan presiden. "Saya tidak percaya ayah saya akan diperiksa dengan adil," kata anak perempuan Fujimori, Keiko Fujimori."Saya selalu mengatakan bahwa jika dia memenangkan proses ekstradisi, saya tidak berharap dia kembali ke Peru hingga semua urusan dia telah ditanggapi dan dia dapat perlakuan yang adil sehingga dia dapat menjelaskannya tuduhan," jelas Keiko.Fujimori lahir dari orangtua imigran Jepang. Setelah melarikan diri dari Peru pada 2000 dia menghabiskan waktu 5 tahun di Jepang dan berhenti sebagai presiden dengan via faks. Dan Jepang yang merupakan kewarganegaraan Fujimori, menolak ekstradisi dari Lima.
(mly/mly)











































