Horta Kecewa PBB Tak Penuhi Undangan KKP
Jumat, 21 Sep 2007 20:33 WIB
Denpasar -
Presiden Timor Leste Ramos Horta kecewa dengan sikap PBB yang tidak mengizinkan pejabatnya menghadiri undangan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia-Timor Leste."Jangan pedulikan suara-suara yang mengatasnamakan PBB. Itu hanyalah suara partikelir PBB," tegas Horta seperti disampaikan Ketua KKP Indonesia Benjamin Mangkoedilaga. Mereka bertemu di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali, Jumat (21/9/2007).Pernyataan Horta tersebut terkait dengan sikap PBB yang tidak mengizinkan sejumlah pejabatnya yang pernah bertugas saat Jajak Pendapat 1999 menghadiri undangan KKP. Mereka rencananya diundang untuk memberikan kesaksian dalam dengar pendapat KKP.PBB meminta pejabat tersebut tidak hadir karena menilai KKP telah menyalahi aturan internasional, yaitu kemungkinan pemberian amnesti kepada pelaku pelanggaran HAM di Timor Leste.Pejabat PBB yang telah diundang KKP adalah, mantan Sekjen PBB Kofi Annan, Ian Martin (Ketua Unamet atau perwakilan PBB yang bertugas mengadakan penentuan pendapat di Timor Timur), Siri Frigaard (Deputy General Prosecutor for Serious Crimes) dan Rezaqul Heider (Commander of MLO) dan Alan Mills (Civpol Commander). KKP telah empat kali mengudang pejabat PBB dalam dengar pendapat, tapi mereka tidak pernah hadir.Horta mengatakan KKP tetap bekerja sesuai kerangka acuan. Pihak lain, seperti Amerika, tidak bisa mempersoalkan keberadaan lembaga rekonsiliasi itu.Sementara itu, Benjamin berkeyakinan bahwa sikap Horta tersebut memberi kekuatan bagi KKP untuk menyelesdaikan tugasnya. "Kita tetap akan terus bekerja, meski tanpa kehadiran pejabat PBB," katanya.Rencananya, minggu depan KKP melakukan Dengar Pendapat ke V di Dili, Timor Leste.
(gds/mly)










































