Redesain DPR, I'm Sorry Goodbye

detikPolling

Redesain DPR, I'm Sorry Goodbye

- detikNews
Jumat, 21 Sep 2007 17:05 WIB
Jakarta - Dengan dana Rp 40 miliar, rencana redesain Gedung DPR memicu kontroversi. Sejumlah anggota dewan pun menyemprotnya habis-habisan. Hasil detikPolling menyimpulkan rencana itu seharusnya diperlakukan bak lagu teranyar Krisdayanti, I'm sorry goodbye.Polling dibuka pada 5 September 2007. Pertanyaan yang muncul adalah, "Rencana redesain Gedung DPR menimbulkan pro kontra. Apalagi menelan duit Rp 40 miliar. Pendapat Anda mengenai proyek itu?"Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "distop saja" dan "jalan terus".Hasil polling hingga Jumat (21/9/2007) pukul 17.00 WIB, 7.969 suara telah masuk. Dari total responden, 7.477suara (93,83%) memilih distop saja, 492 suara memilih jalan terus (6,17%). Selisihnya 87,66 persen.Redesain Gedung DPR mencakup perbaikan, penambahan, dan tata ulang ruang sidang paripurna maupun komisi. Grand designnya sudah dalam tahap pembahasan di BURT. Ini baru bisa dilaksanakan setelah keluar masterplan dari Setjen DPR.Nah, Ketua DPR Agung Laksono dan Sekjen DPR Faisal Djamal dituding sebagai dalang di balik rencana proyek ini. Karena beberapa fraksi mengaku tidak tahu rencana tersebut, berbagai pihak, termasuk sejumlah anggota dewan pun berlomba-lomba mengecam Agung dan Faisal.Padahal menurut Agung, keputusan itu telah diambil dalam rapim DPR bersama para pimpinan fraksi. Lagipula di dalam keanggotaan BURT sudah terwakili dari fraksi-fraksi. Jadi mana mungkin kalau tidak tahu.Kini rencana itu diendapkan, dengan alasan masih dalam proses penyelesaian oleh Setjen DPR. Karena itu Agung berharap publik bersabar menunggu masterplan yang dihasilkan Setjen DPR. Namun diduga pengendapan ini sebagai langkah meredam derasnya kecaman yang menuntut redesain Gedung DPR distop saja.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling. (sss/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads