Dua Sopir Fuso Perang, Satu Orang Terbunuh
Jumat, 21 Sep 2007 15:17 WIB
Jakarta - Hanya karena perasaan tidak suka, bisa berujung pada aksi pembunuhan. Itu yang terjadi pada dua sopir truk besar jenis Fuso, Tabah Hutasoit (38) dan Budiman (45). Dinihari tadi, keduanya terlibat aksi adu mulut di Jl Panggandengan Rt 22/8 Jembatan III Barat, Penjaringan, Jakarta Utara. "Saya sudah sejak lama tidak suka kamu," hardik Budiman kepada Tabah seperti ditirukan oleh Kapolsek Penjaringan Kompol Hirbak Wahyu Setiawan, di Mapolsek Penjaringan, Jl Pluit Raya, Jumat (21/9/2007).Setelah itu, Budiman langsung menggampar Tabah hingga tersungkur. Tabah yang tidak melakukan persiapan untuk berkelahi, langsung kabur. 30 Menit kemudian Tabah kembali menghampiri Budiman. Di tangannya tergenggam kelewang terhunus. Sementara Budiman memegang badik mengkilap yang seakan siap meminta darah. Di tempat sepi itu, tidak ada yang berani melerai. Selain terkenal 'sangar', keduanya sangat disegani oleh warga. Layaknya perang 'Achilles' versus 'Hector' dalam epos Troya, keduanya terlibat perang tanding seimbang. Hanya saja, Tabah masih kurang beruntung. Setelah 10 menit pertarungan sengit itu, satu sabetan Budiman berhasil menyobek perut kanan korban. Tabah pun tersungkur seketika. Dalam hitungan menit, 'Hector' kelas kampung ini tewas perlahan. "Ini murni kriminal. Gara-gara dendam," tambah Hirbak. Tak berapa lama kemudian, Budiman dibekuk polisi setelah menerima laporan warga. Budiman segera menghadapi pasal 338 KUHP soal penghilangan nyawa orang lain. "Jeratannya sampai 15 tahun penjara. Masih kami kembangkan mengenai motiv pembunuhan," pungkas Kapolsek yang baru menjabat sebulan ini.
(Ari/asy)











































