Potensi Tsunami di Indonesia Cenderung Meningkat

Potensi Tsunami di Indonesia Cenderung Meningkat

- detikNews
Jumat, 21 Sep 2007 13:38 WIB
Yogyakarta - Potensi gempa dan tsunami di sejumlah daerah pantai Indonesia cenderung meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan semakin dekatnya jarak terjadinya satu tsunami dengan tsunami lainnya dalam beberapa tahun terakhir ini.Hal itu diungkapkan Dr Rahman Hidayat, peneliti tsunami di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kepada wartawan di Jl Grafika, Yogyakarta, Jumat (21/9/2007)."Jaraknya ada kecenderung semakin pendek dan hampir tiap tahun terjadi. Sebelumnya tsunami di Indonesia rata-rata terjadi 2,4 tahun sekali," kata dia.Menurut dia, hal itu disebabkan beberapa titik rawan tsunami terutama di wilayah pantai barat Indonesia memasuki periode ulangan. Periode ulangan itu dengan rentang waktu puluhan hingga ratusan tahun itu akan jatuh dalam waktu yang berdekatan.Masalah tersebut juga sudah diingatkan oleh seorang peneliti tsunami, Lorry Dongler dari Humbold University Amerika Serikat (AS) yang melakukan penelitian beberapa waktu lalu di Indonesia. Dia mengingatkan ada kecenderungan potensi itu meningkat."Waktu itu dia mengingatkan Indonesia akan memasuki masa panen gempa dan tsunami, hanya tidak bisa diprediksi secara pasti kapan waktu terjadinya," kata Rahman menirukan ucapan Lorry.Menurut dia, salah satu titik yang harus diwaspadai adalah kawasan Pantai barat daya Sumatera, khususnya daerah Mentawai. Di garis ini, terdapat dua titik gempa yang sudah memasuki masa ulang yakni yang terjadi pada 1797 dan 1833 dengan periode tenggang antarra 200-250 tahun.Dia menambahkan sejak lima tahun terakhir BPDP dan University of Southtern California (USC) serta beberapa lembaga riset dunia lainya memberikan perhatian serius terhadap kemungkinan terjadinya gempa besar yang berpusat di lepas pantai barat daya Sumatera ini. Berdasarkan paleoseismic, gempa besar di wilayah ini pernah terjadi pada 1797 dan 1988 dengan moment magnitude (Mw) berkisar antara 8,4-8,9."Tetapi ternyata yang terjadi di Bengkulu yang jaraknya sekitar 200 km sebelah utara titik yang kita waspadai. Dan gempa besar yang terjadi kemarin bisa jadi menjadi pemicu gempa di titik ini," ungkap peneliti kelahiran Bengkulu itu.Selain Mentawai kata dia, daerah lain yang juga perlu diwaspadai adalah daerah Banggai, di Sulawasi juga punya sejarah gempa dan tsunami besar. Demikian pula di wilayah pantai selatan Pulau Jawa di daerah sepanjang Pacitan hingga Banyuwangi juga menjadi titik rawan."Karena kita saat ini tinggal di daerah rawan bencana, mau tidak mau masalah mitigasi bencana tsunami menjadi hal yang harus dilakukan. Selain penataan pantai, masyarakat harus terus diberi pendidikan menghadapi bencana," demikian Rahman. (bgs/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads