Ditodong Sopir, Mahasiswa Makassar Sweeping Pete-pete
Jumat, 21 Sep 2007 13:36 WIB
Makassar - Bulan Ramadan bukan berarti semua orang berbuat kebajikan. Di Makassar, seorang mahasiswa ditodong oleh sopir angkutan kota atau biasa disebut pete-pete. Gerah dengan ulah sopir, puluhan mahasiswa pun mencari pelaku dengan melakukan sweeping.Kejadian ini menimpa Siti Rahma, pada Selasa malam lalu (18/09/2007) saat menumpangi pete-pete 07 jurusan Unhas - Ikip. Mahasiswa fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar ini ditodong oleh sopir pete-pete saat berada di Jl Abdullah Daeng Sirua, sekitar pukul 21.00 wita. "Saat itu saya tinggal sendirian diatas pete-pete. Sopir dibantu dengan temanya menodong saya. Mengambil duit dan dua ponsel saya," tutur Rara, sapaannya.Rara menyerahkan duitnya Rp 130 ribu ditambah dua ponsel merek Nokia. Rara menyerahkan barang-barangnya itu lantaran diancam diperkosa.Ulah sopir ini memancing reaksi rekan-rekan Rara. Pada Jum'at (21/09/2007), sekitar 200 orang mahasiswa melakukan sweeping dengan memeriksa semua pete-pete 07 yang melewati Terminal Kampus Unhas. Pun, Rara hadir dengan melihat satu persatu wajah sopir yang lewat. "Buka.., bukan dia," ujar Rara sambil emperhatikan satu persatu sopir yang lewat di terminal.Aksi mahasiswa pun didampingi oleh Satpam Kampus dan pihak kepolisian dari Polresta Makassar Timur. Pun, polisi ikut menanya-nanya setiap sopir yang dicurigai oleh Rara. "Saya tidak begitu ingat wajahnya, tapi salah satunya gondrong dan pakai topi," tutur Rara. Ratusan mahasiswa ini pun membawa sejmlah poster dan pamflet. "Sopir Mengantar Bukan Menodong" tulis salah satu poster yang mereka bawa.Hingga pukul 11.30 Wita, aksi para mahasiswa pun belum membuahkan hasil. Mereka akhirnya membubarkan diri, dan bakal menggelar aksi serupa jika pelaku belum ditemukan polisi.
(gun/djo)











































