Warga PI Takut Banjir, Pemprov DKI Harus Bangun Drainase
Jumat, 21 Sep 2007 11:26 WIB
Jakarta - Ketakutan warga Pondok Indah akan adanya banjir jika wilayah mereka dilalui busway koridor VIII bisa dipahami. Pemprov DKI diminta mencari solusi yang tepat.Menurut Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas, Pemprov DKI harus membangun drainase di sepanjang trotoar jalan agar banjir tidak menjadi kenyataan. Median jalan juga harus dipertahankan selebar 1 meter."Kalau tidak ada drainase dan median otomatis menghambat resapan dan aliran air sehingga menimbulkan banjir," ujar Darmaningtyas pada detikcom, Jumat (21/09/2007).Pria ini menuturkan, Pemprov juga harus mempertahankan sebagian pohon palem yang menjadi ciri khas warga Pondok Indah. Bahkan galian telepon listrik di daerah tersebut jangan dirusak.Darmaningtyas telah memberitahukan saran ini kepada Pemprov DKI. Pemprov mengaku akan mendiskusikan saran tersebut."Jadi antara warga dengan Pemprov jangan ngotot. Harus win-win solution," harap Darmaningtyas.Tak Perlu KhawatirMenurut Darmaningtyas, sebenarnya warga tidak perlu mengkhawatirkan pembangunan busway. Sebab, dua jalur untuk kendaraan pribadi di Jl Metro Pondok Indah masih tetap dipertahankan. Hanya saja, pertahanan jalur dilakukan dari lajur gemuk dengan lebar 3,5 meter menjadi lajur kurus dengan lebar 2,75 meter."Lajur kurus ini sebetulnya sudah sesuai dengan karakter Pondok Indah sebagai daerah hunian yang mestinya kendaraan tidak boleh melaju di atas 40 km/jam," urai Darmaningtyas.Warga pun, lanjut Darmaningtyas, juga harus mengikhlaskan penebangan pohon palem yang menjadi ciri khas kawasan elit itu. Pasalnya, sudah ada kesanggupan dari developer untuk merawat pohon pegganti yang akan diberikan oleh Pemprov.Dalam rapat antara warga dengan Pemprov DKI di kantor Walikota Jakarta selatan beberapa waktu lalu, Dinas Pertamanan mengatakan Pemprov akan mengganti palem dengan pohon yang lebih rindang dan menyerap polutan.
(nik/nrl)











































